Salat Maghrib di Masjid Al-Fattah, Wali Kota Serap Aspirasi Jamaah Usai Ibadah

Di Posting Oleh madiuntoday

20 November 2020

MADIUN – Salat Maghrib berjamaah bersama Wali Kota Madiun berlanjut di Masjid Al-Fattah Kelurahan Rejomulyo, Jumat (20/11). Seperti gelaran sebelumnya, gelaran Salat Maghrib sarat akan peningkatan keimanan serta serap aspirasi masyarakat saat dialog usai ibadah. Wali Kota Maidi mengajak masyarakat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, Tuhan YME. Terlebih untuk selalu memanjatkan doa agar pandemi Covid-19 segera berlalu.

“Kasus masih ada. Penularan masih terjadi. Mari terus berdoa agar korona ini segera meninggalkan kita semua,” kata wali kota.

Korona, lanjut wali kota, menyusahkan kita semua. Sesama manusia tidak boleh saling berkerumun. Harus berjaga jarak dan memakai masker. Tak heran, berbagai kegiatan yang mendatangkan kerumunan terpaksa dibatalkan. Termasuk kegiatan bernuansa religi. Seperti diketahui, Pemkot Madiun sejatinya sudah menjadwalkan kegiatan bertaraf nasional. Seperti Sholawatan bersama Habib Syech, mafia sholawat Gus Ali Gondrong, Nissa Sabyan, Cak Nun, dan lain sebagainya. Festival pencak silat internasional yang sejatinya digelar saat Suro lalu juga terpaksa di-cancel. Semua kegiatan bernuansa religi difokuskan untuk doa bersama mengusir korona.

“Kegiatan skala kecil boleh dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Ini tidak boleh ditinggalkan karena kita masih dalam suasana perang melawan korona,” tegasnya.

Kegiatan juga sarana tatap muka wali kota dengan warga. Berbagai aspirasi pun mengemuka. Mulai soal pembangunan hingga bantuan-bantuan. Aspirasi ditanggapi langsung orang nomor satu di Kota Madiun tersebut. Wali kota juga mensosialisasikan program kerja ke depan. Salah satunya terkait jalur sepeda wisata. Saat ini, jalur sepeda 15 kilometer sudah siap. Jalur akan melewati sejumlah destinasi di Kota Madiun. Tahun depan, pembangunan dilanjutkan untuk jalur wisata 25 kilometer. Jalur ini melewati potensi di kelurahan. Pemkot memang menggelontorkan Rp 261 juta tiap kelurahan untuk pembangunan lapak UMKM. Tempat baru itu untuk menampung produk-produk UMKM di kelurahan masing-masing. Calon pembeli didatangkan melalui konsep sepeda wisata tersebut.

“Saya minta masyarakat bersiap. Yang punya produk UMKM selalu dijaga kualitasnya. Yang belum segera menyiapkan. Kota kita akan ramai ke depan. Ini potensi ekonomi yang luar biasa,” jelasnya.

Dalam kegiatan juga diserahkan bantuan alat kebersihan dan kesehatan serta bantuan penguatan imun berupa susu, telur, dan buah. (Nanda/agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Don`t copy text!