HIPMI Dorong Semua Lini Bisnis Pengusaha Muda

MADIUN – Para pengusaha muda dan pengusaha pemula boleh berharap banyak dengan ‘kelahiran kembali HIPMI’ di Kota Madiun. Dalam kebangkitan setelah cukup lama vakum, HIPMI akan menggarap berbagai lini untuk lahirkan para pengusaha baru yang tangguh.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Badan Pengurus Cabang (BPC) Kota Madiun Andro Rohmana Putra usai pengukuhannya di Ballroom Hotel Merdeka, Senin (12/11/2017) mengatakan, pihaknya siap untuk melakukan pendampingan kepada para pengusaha muda dan pengusaha pemula sehingga mereka bisa mengikuti tren yang terjadi di dunia bisnis.

”Kami untuk saat ini fokus pada industri kreatif dan internet sehingga apa yang ingin kami kembangkan adalah di digital entrepreneur,” ungkap Andro.

Hal ini, kata Andro, akan diwujudkan dengan berbagai pelatihan. Salah satunya melaksanakan The Incubic Madiun, sebuah kegiatan di mana HIPMI menggandeng lembaga pendidikan non-formal untuk memberikan pelatihan demi peningkatan skill para pengusaha.

”Ini untuk para start up businessman,” ujar Andro.

Andro menambahkan, ada pula berbagai program untuk mengembangkan ekosistem bisnis bagi para pengusaha muda di Kota Madiun. Mulai dari pendirian HIPMI Pelajar, HIPMI Pesantren, HIPMI Perguruan Tinggi hingga HIPMI Pesantren.

”Ini upaya pembibitan dan pembinaan serta pemberian wadah bagi calon pengusaha. Karena itulah kita butuh wadah yang positif untuk menanamkan semangat kewirausahaan,” kata Andro.

Ketua HIPMI Jawa Timur Giri Wahyu Kusumah mengatakan, keberadaan HIPMI Kota Madiun diharapkan menjadi sarana untuk bisa menularkan ‘virus-virus kewirausahaan’ di Kota Pecel.

”Kita ingin para lulusan perguruan tinggi tidak hanya berpikir untuk jadi PNS, jadi pegawai, tapi jadi pengusaha,” ungkapnya.

Dan, lanjut Giri, saat ini sudah ada sekitar 1.100 pengusaha muda anggota HIPMI Perguruan Tinggi di 34 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Mereka tersebar di hampir seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur, meski terbanyak berada di Surabaya, Jember dan Malang.

Menurut Giri, semua sektor usaha masih sangat menjanjikan. Tapi yang paling banyak digeluti memang di sektor ekonomi kreatif. ”Dan terbukti banyak yang berhasil seperti bisnis online dan aplikasi,” ungkap Giri.

Diungkapkannya, HIPMI Jawa Timur memiliki target melahirkan 3.000 pengusaha baru di Jawa Timur selama periode kepengurusannya di 2017-2020. ”Jadi setiap tahun muncul 1.000 pengusaha muda baru HIPMI Jatim,” pungkasnya.

Kita yakin para pengusaha muda bisa berkiprah dalam memajukan Kota Madiun dan mensejahterakan kota tercinta ini. Dan satu lagi guys, jangan membeli rokok ilegal. Rokok ilegal adalah rokok tanpa pita cukai, dipasangi pita cukai palsu atau berpita cukai yang bukan peruntukannya. Perlu diketahui, sebagian cukai yang terbayar dananya akan kembali ke daerah-daerah dengan nama Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT). Dana ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat sampai meningkatkan keterampilan kerja masyarakat dan pembangunan infrastruktur.

Mungkin Anda juga menyukai