Brigadir Rochmat, Anggota Brimob ‘Bapak’ Anak Jalanan

MADIUN – 14 November 2017 adalah Hari Ulang Tahun Brimob ke-72. Tapi di Madiun, hari tersebut lebih istimewa bagi Brigadir Rochmat Tri Marwoto, personel Brimob Detasemen C Pelopor Polda Jatim. Potongan tumpeng tanda kejayaan diserahkan oleh Wakapolda Jatim, Brigjenpol Drs. Awan Samudera kepadanya.

Potongan tumpeng ini diserahkan sang jenderal kepada anggotanya pada upacara parade HUT ke-72 Korps Brimob, di Alun-Alun Kota Madiun, Selasa (14/11/2017).

Brigadir Rochmat dinilai sebagai anggota berprestasi atas jiwa sosialnya. Polisi yang satu ini mengasuh anak yatim piatu, anak kurang mampu dan anak jalanan. Ia mengawalinya di tahun 2007 lalu dengan 64 anak asuh. saat ini, anak yang diasuhnya tinggal 17 orang. Mereka diasuh layaknya anak kandungnya sendiri dan disekolahkan hingga sarjana.

Dalam kehidupan sehari-hari yang sederhana, semangat pria asal Desa Klagen Serut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun ini tak pernah luluh. ia terus melaksanakan niatnya mengasuh hingga menyekolahkan anak-anak kurang mampu hingga eks pengguna narkoba. Sebuah niat yang telah dicetuskannya sejak duduk di bangku kuliah.

Brigadir Rochmat menceritakan, niatnya membantu anak-anak kurang mampu adalah karena ingin meringankan beban masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

“Saya sudah bertekad untuk menyekolahkan anak-anak sampai pendidikan yang lebih tinggi, agar ke depan bisa memiliki bekal hidup yang lebih baik. Jadi di rumah itu ya saya asuh seperti anak saya sendiri,” ungkap Brigadir Rochmat.

Anak yang diasuhnya bukan hanya berasal dari Madiun, tetapi juga Magetan, Pacitan hingga Nganjuk. 17 anak yang diasuhnya, enam diantaranya masih bersekolah SLTA, 7 lainnya menempuh pendidikan sarjana, dua lainnya SLTP dan seorang balita.

“Semampu saya lah, semuanya ya saya biayai sendiri, tidak ada donatur. Jadi sepulang dinas saya ngajar di sekolahan kemudian berkebun,” kata dia.

Komandan Satuan Brimob Polda Jatim, Kombespol Totok Lisdiarto mengatakan sengaja memberikan penghargaan kepada Brigadir Rochmat sebagai bentuk apresiasi.
“Dia itu bisa mengumpulkan anak-anak kurang mampu dan terlantar, itu luar biasa. Termasuk bedah rumah itu juga atas usulannya,” ujar Kombespol Totok.

Selain memberikan penghargaan kepada Brigadir Rochmat, Kombespol Totok Lisdiarto juga menyerahkan kunci rumah program bedah rumah dan mushola Al Fatadhan serta penyerahan Al-Qur-an braille.

Selanjutnya juga diserahkan souvenir kepada forkopimda di 9 kota/kabupaten yang dilalui napak tilas serta tour de java meliputi Mojokerto, Jombang, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, kota/kabupaten Madiun serta Ngawi.

Semoga di masa mendatang semakin banyak orang yang punya jiwa sosial seperti seperti Brigadir Rochmat. Satu lagi guys, jangan membeli rokok ilegal. Rokok ilegal adalah rokok tanpa pita cukai, dipasangi pita cukai palsu atau berpita cukai yang bukan peruntukannya. Perlu diketahui, sebagian cukai yang terbayar dananya akan kembali ke daerah-daerah dengan nama Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT).

DBH-CHT bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat sampai meningkatkan keterampilan kerja masyarakat dan pembangunan infrastruktur.

Mungkin Anda juga menyukai