MADIUN – Perang terhadap narkoba terus dilakukan di Kota Madiun. Polisi kembali menangkap pengguna sekaligus pengedar di wilayah Kecamatan Taman dan Kartoharjo baru-baru ini. Dialah CA dan PR, dua sahabat yang terpaksa berurusan dengan pihak berwajib lantaran menjadi pengguna sekaligus pengedar sebulan terakhir. Dari tangan keduanya, polisi berhasil mengamankan 0,5 gram serbuk putih yang diduga sabu-sabu tersebut.

Bisnis haram keduanya terbongkar setelah polisi mengamankan CA, 29, warga Kelurahan Banjarejo, Taman, Jumat (5/1) lalu. Penangkapan CA berangkat dari laporan warga terkait adanya kecurigaan pesta sabu-sabu di rumah tersangka sebelumnya. Petugas Satreskoba Polresta Madiun langsung melakukan penyelidikan. Benar saja, petugas mendapatkan dugaan sabu-sabu dari saku tersangka CA saat dilakukan penggeledahan.

‘’Serbuk putih yang diduga sabu-sabu tersebut dibungkus alumunium foil warna merah dalam kantong plastik. Kami temukan di saku kantong celana tersangka,’’ kata KBO Reskoba Polresta Madiun Iptu Rusminto, Rabu (24/1) sembari menyebut penangkapan dilakukan sekitar pukul 04.30.

Dihadapan petugas, tersangka mengaku mendapat barang haram tersebut dibeli dari seseorang di daerah Pasuruan. Tersangka membeli bersama PR, 32, warga Kelurahan Kanigoro, Taman yang tak lain teman tersangka. Dari cuitan CA, petugas langsung menangkap PR beberapa jam setelahnya. Sayang, petugas tak menemukan sabu-sabu dari tangan PR. Namun, sejumlah alat hisap sabu-sabu di rumah tersangka PR cukup untuk menyeretnya ke balik jeruji.

Baca juga:   Proses Evakuasi KA Sancaka

‘’Sabu-sabu yang dibeli ini merupakan pesanan seseorang di wilayah Kota Madiun,’’ ungkapnya.

Petugas menemukan, pipet kaca lengkap dengan kerak yang diduga sisa sabu-sabu, satu buah alat bong plastik, dan sedotan. Kedua tersangka mengaku menggunakan sabu-sabu saat masih di Pasuruan. Keduanya sudah menggunakan barang haram tersebut sejak sebulan terakhir. Hal itu dipertegas dari hasil tes urin keduanya.

‘’Kedua tersangka positif menggunakan narkotika,’’ terangnya.

Keduanya terancam bakal mendekam lama. Sebab, melanggar pasal berlapis. Mulai pasal 114, 112, 132, dan pasal 127 tentang peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Ancamannya hingga 20 tahun kurungan.

Itu guys, sudah cukup banyak bukti pelanggaran terkait narkotika. Jangankan mengedarkan, memakaipun berujung pidana. Stop penyalahgunaan narkoba mulai sekarang. Jangan terlena ajakan teman atau kenalan demi mengejar kata keren. Ruginya berlipat guys. Mulai kesehatan, materi, keluarga dan lingkungan, hingga pidana.

Hindari juga miras dan rokok. Keduanya juga berdampak buruk bagi kesehatan. Namun, bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu atau berpita rokok lain. Cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Sebagian dana cukai juga dikembalikan kepada masyarakat. Salah satunya, dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Peruntukkannya beragam. Mulai peningkatan fasilitas kesehatan, pelatihan, dan infrastruktur. So, jadi pembeli yang bijak ya. (agi/diskominfo)