MADIUN – Multitalenta di era sekarang ini menjadi hal penting. Namun, keahlian ganda yang dimiliki Sudariyanto, 48, warga Rejomulyo, Kartoharjo ini sedikit kebangetan. Alhasil, bakatnya membawanya ke hotel prodeo untuk kesekian kalinya.

Pekerja serabutan ini cukup ahli mengecat, memijit, dan juga mencuri. Setidaknya, dia sudah dua kali mendekam di balik jeruji lantaran mencuri sepeda. Dia terancam kembali mendekam setelah aksinya mencuri sepeda milik warga Perumnas Jalan Margatama Kelurahan Kanigoro pada Jumat (26/1) lalu.

Ceritanya begini, pencuri sepeda kambuhan ini sengaja hendak mencuri sedari rumah. Dia berangkat menggunakan angkot lantas turun dan berjalan kaki di perumahan. Orientasi sasaran dilakukan. Tersangka biasanya mengamati rumah yang memarkir sepeda di halaman. Sepeda dipilih lantaran mudah diambil dan biasanya tidak terkunci.

“Tersangka mengamati terlebih dahulu calon sasaran dengan mondar-mandir di sekitar lokasi,” kata Paur Subbaghumas Polresta Madiun Aiptu Mashudi saat press release, Kamis (1/2/2018).

Tersangka mulai beraksi setelah melihat pemilik pergi meninggalkan rumah. Tersangka tidak langsung masuk dan beraksi. Kondisi rumah dipastikan benar-benar tidak berpenghuni terlebih dahulu. Modusnya, dengan mengetuk pintu, menyaru tamu. Tersangka langsung masuk jika tidak ada respon dari si empunya rumah.

“Kalau rumah korban ternyata berpenghuni, tersangka berdalih menawarkan jasa mengecat atau memijit,” ungkapnya.

Sial saat beraksi terakhir, aksi tersangka membawa sepeda MTB Exotic terpergok tetangga korban. Tersangka lantas diamankan warga dan kemudian diserahkan kepada petugas. Dihadapan petugas, tersangka mengaku tergiur mencuri lantaran terhimpit masalah ekonomi. Barang yang dicuri selalu sepeda. Selain sering tidak dikunci, sepeda biasa terparkir di halaman depan.

Baca juga:   Sekda Maidi: Kegiatan Santri Bakal Ditingkatkan

“Tersangka ini memang cukup berani. Beruntung tidak dihakimi massa,” ujarnya sembari menyebut tersangka memang biasa mengecat atau memijit saat sedang tidak mencuri.

Petugas langsung melakukan penelusuran. Benar saja, tersangka mengaku juga mencuri sepeda merk Polygon di Perumnas Jalan Nayaka Bhakti, Kelurahan Kanigoro, pertengahan Desember 2017 lalu. Sepeda sudah dijual tersangka seharga Rp 300 ribu kepada seseorang yang ditemui di depan pasar Manguharjo.

“Uang hasil curian digunakan tersangka untuk membeli jaket dan baju batik,” terangnya.

Modus menyaru sebagai tukang pijit dan ini selalu digunakan tersangka saat beraksi sejak 2012 lalu. Beberapa di antaranya berhasil. Namun, ada juga yang berakhir di meja interogasi petugas berwajib. Setidaknya, tersangka pernah berurusan dengan Petugas Polsek Taman pada 2012 lalu dengan hukuman empat bulan. Dua tahun berselang, tersangka pernah mendekam tujuh bulan lantaran kasus yang sama.

“Kasus ini masih dalam pengembangan. Tidak menutup kemungkinan ada TKP lain,” pungkasnya.

Itu guys, memiliki berbagai keahlian perlu dan penting. Tapi jangan keahlian negatif ya. Apalagi mencuri. Ruginya ganda. Selalu patuhi aturannya. Patuhi juga aturan cukai. Jangan beli barang wajib cukai tanpa pita cukai asli. Merugikan negara dan dapat berujung pidana lantaran menyalahi aturan. So, jadi pembeli yang bijak ya.
(wshendro,agi/diskominfo)