MADIUN – Perjalanan kereta api melalui Madiun yang sempat terhambat akibat longsor di Gundih – Karangsono, Semarang, sudah mulai lancar. Kalur yang terkena longsoran sudah selesai diperbaiki dan bisa dilalui oleh perjalanan KA. Meski demikian, kereta api yang melintas masih dibatasi kecepatannya yakni 5 km/jam.

“Informasi yang kami terima, Minggu (18/2/2018) pukul 19.35 WIB jalur rel di KM 61+7/8 antara Gundih – Karangsono sudah bisa dilalui, dan KA pertama yang melintas adalah KA Brantas tujuan Jakarta,” ungkap Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto, Senin (19/2/2018).

Disampaikan, setelah dilewati KA Brantas tujuan Jakarta, PT. KAI langsung melakukan evaluasi hasil perbaikan jalur itu hingga dinyatakan benar-benar aman dilintasi secara normal.

Dikatakannya, Sabtu (17/2/2018) pagi jalur Gundih-Karangsono terkena longsoran, tepatnya di KM 61+7/8, sehingga tidak bisa dilewati KA. Sehingga, KA-KA yang dari dan menuju Madiun rutenya dialihkan melewati stasiun Gundih-Gambringan-Semarang.

Sampai Senin pagi beberapa perjalanan kereta api dari Jakarta menuju wilayah Daop 7 Madiun masih mengalami keterlambatan. Ini karena KA Bangunkarta dan KA Matarmaja masih dialihkan lewat gambringan.

Kelambatan tersebut di antaranya :

1. KA 56 (Bangunkarta) relasi Gambir-semarang-Madiun-Surabaya masuk stasiun Madiun terlambat 140 menit. Seharusnya tiba di stasiun Madiun jam 01.04 WIB menjadi jam 03.24 WIB.

Baca juga:   Tarif Cukai Segera Diberlakukan

2. KA 172 (Matarmaja) relasi Jakarta Pasar senen-semarang-madiun-malang mengalami keterlambatan 140 menit. Seharusnya masuk Madiun 02.54 WIB masuk Madiun menjadi 05.14 WIB.

3. KA 142 (Majapahit) relasi Jakarta Pasar senen-semarang-madiun-malang terlambat 60 menit. Jadwal seharusnya tiba di stasiun Madiun jam 05.19 WIB, tiba di stasiun Madiun jam 06.19 WIB.

Sedangkan KA 176 (Brantas) relasi Jakarta pasarsenen-semarang-madiun-blitar masuk Madiun tepat jam 04.50 WIB

“Semoga tidak ada kejadian lagi yang mengganggu perjalanan KA, Aamiin,” demikian ungkap Supriyanto.

Satu lagi guys, hindari membeli rokok ilegal. Rokok ilegal adalah rokok tanpa pita cukai, dipasangi pita cukai palsu atau berpita cukai yang bukan peruntukannya.

Cukai adalah pungutan negara untuk barang-barang tertentu yang memiliki dampak negatif bagi kehidupan dan perlu pungutan demi keadilan. Perlu diketahui, sebagian cukai yang terbayar dananya akan kembali ke daerah-daerah dengan nama Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT).

DBH-CHT bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat sampai meningkatkan keterampilan kerja masyarakat dan untuk pembangunan infrastruktur. (dok, dey/diskominfo)