MADIUN – Hidup di perkotaan harus kreatif dan inovatif. Minimnya lahan bukan menjadi kendala untuk budi daya. Seperti masyarakat di Kelurahan Mojorejo, Taman, Kota Madiun ini. Warga di RW 11 ini cukup berhasil membudidayakan ikan lele dengan kolam bundar bersistem bioflok. Hasilnya, jangan ditanya. Dari satu kolam warga bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu plus dapat mencukupi konsumsi ikan lele setiap harinya.

“Masa panen bisa lebih cepat dengan sistem bioflok. Selain itu, juga lebih menghemat pakan,” ujar Laminto, Ketua RT setempat, Senin (5/3).

Warga biasa memanen lele tiga bulan sekali. Masa panen dapat lebih cepat lantaran pakan lele terbantu mikro organisme yang terbentuk dari sistem bioflok. Mikro organisme yang menjadi makanan alami ikan itu sengaja dibiarkan berkembang dalam kolam. Tak heran, penggunaan pakan jadi lebih hemat. Artinya, pengeluaran bisa sedikit ditekan.

“Biaya pembuatan kolam, benih, dan pakan sistem ini sekitar Rp 750 ribu. Sedang, harga jual saat panen bisa mencapai Rp 1,5 hingga Rp 2 juta. Padahal, sebagian lele juga dikonsumsi pribadi,” terangnya.

Sistem ini tidak langsung memasukkan benih ikan dalam kolam. Namun, membiarkan mikro organisme berkembang terlebih dulu. Air kolam diisi dengan probiotik (bakteri pathogen). Probotik ini dapat dibeli di toko. Jangan lupa campurkan pakan untuk bakteri tersebut. Seperti tetes tebu (molase) dan dolomit. Ini juga dapat dibeli di toko.

“Benih jangan dimasukkan dulu. Air kolam dibiarkan tujuh hingga sepuluh hari agar bakteri berkembang,” ungkapnya sembari menyebut jangan lupa menambahkan aerator agar bakteri tidak mati.

Ketua RT 47, Srianto, menambahkan untuk menyiasati minimnya lahan pihaknya menggunakan sistem kolam bundar. Kolam jenis ini dapat menampung lebih banyak ikan dibanding kolam persegi. Pihaknya dapat menebar seribu benih untuk kolam bundar berdiameter satu meter dengan tinggi satu hingga 1,5 meter. Sebaliknya, pertumbuhan ikan menjadi tak optimal pada kolam persegi dengan luasan dan jumlah benih yang sama.

“Ikan dapat bergerak bebas dengan kolam bundar. Kalau di kolam persegi dengan jumlah ikan sama pertumbuhannya kurang maksimal,” ungkapnya.

Baca juga:   Tarif Cukai Segera Diberlakukan

Lurah Mojorejo, Basuki, menyebut pembudidayaan ikan sebagai pemenuhan gizi masyarakat pada awalnya. Konsumsi ikan masyarakat juga kurang saat itu. Warga sepakat membudiyakan ikan lele agar masyarakat tidak membeli. Namun, pihaknya kesulitan lahan jika membuat kolam permanen. Kendala itu akhirnya terselesaikan setelah pelatihan dari Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun datang.

“Kami banyak mendapat kiat-kiat budi daya ikan dari petugas BBI. Mulai sistem bioflok, bentuk kolam, hingga bagaimana memanfaatkan limbahnya,” terang Basuki.

Masyarakat mulai mengemas produksi lele dalam berbagai kreasi menu. Mulai pepes, nugget, botok, garang asem, hingga mangut. Olahan mulai dijual. Tak heran, keberadaan kolam turut mendonkrak perekonomian masyarakat.

“Ke depan kami juga akan mengkonsep jalan sehat pagi di sekitar lapangan. Di sana nanti ada lapak yang menyuguhkan berbagai olahan lele,” ungkapnya.

Sedang, limbah kolam cukup kaya hara. Baik untuk tanaman. Masyarakat memanfaatkan untuk perkebunan kecil. Hasilnya cukup menggembirakan. Tanaman sayur hingga buah di sana cukup tumbuh subur. Pihaknya, juga berencana mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan memanfaatkan air limbah kolam.

“Prinsipnya ini dari masyarakat, dikelola masyarakat dan dimanfaatkan untuk masyarakat,” pungkasnya.

Nah itu guys, teknologi kian berkembang. Tidak ada alasan berhenti berupaya jika muncul kendala. Sempitnya, lahan dapat diatasi dengan pemilihan bentuk kolam yang tepat. Pemerintah pastinya tidak tinggal diam. Bagi masyarakat yang ingin mendapat pelatihan, bisa mengajukan permohonan kepada dinas setempat. Seperti yang telah dilakukan masyarakat Kelurahan Mojorejo tersebut.

Jaga terus kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok. Bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dana cukai juga dikembalikan kepada masyarakat. So, jadi pembeli yang bijak ya. (ws hendro-agi/diskominfo).

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
klik:

Positif Inspiratif