MADIUN – Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan menjadi masalah klasik menahun. Apalagi, luasan lahan kosong terus merosot lantaran pemenuhan pemukiman. Namun, bukan berarti tidak memungkinkan untuk usaha bidang peternakan atau perikanan. Teknologi yang kian maju menjadikannya serba mungkin kini. Keterbatasan lahan dapat teratasi dengan pemilihan konstruksi kolam yang tepat untuk usaha perikanan.

‘’Budi daya ikan di lahan terbatas baiknya menggunakan konstruki kolam bundar,’’ kata Kabid Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Dorce Lomo, Jumat (9/3/2018).

Kolam bundar, kata dia, jelas tidak membutuhkan lahan yang luas. Sebab, kontruksi kolam bundar dapat menampung padat tebar lebih dibanding kolam persegi. Artinya, dapat menampung ikan lebih banyak dengan luasan sama.

Dorce menyebut, kolam bundar berdiameter satu meter dengan tinggi 1,5 meter dapat menampung hingga seribu benih ikan lele. Sebaliknya, butuh luasan hingga dua kali lipat untuk kontruksi kolam kotak jika ingin membudidayakan sebanyak ikan yang sama.

‘’Kolam bundar tak memiliki tepi ujung. Ini memungkinkan ikan bergerak lebih bebas. Berbeda dengan kolam kotak. Pergerakan ikan biasanya hanya dari satu ujung ke ujung lain bolak-balik,’’ ungkap insyinyur perikanan Universitas Hassanudin tersebut.

Kolam di lahan sempit baiknya juga menggunakan konstruksi non-permanen. Biasanya menggunakan terpal. Kolam mudah dibongkar jika lahan diperuntukkan hal lain. Namun, rangka konstruksi kolam bundar non-permanen harus kuat dan kokoh. Baiknya menggunakan besi. Terpal yang digunakan juga wajib kuat dan tebal serta tanpa lipatan.

‘’Lipatan pada terpal bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri jahat. Ini tidak baik untuk ikan,’’ ungkapnya.

Selain itu, air wajib mengalir lancar saat pengurasan. Tidak boleh ada air tersisa dalam kolam. Lagi-lagi, dapat menjadi sarang bakteri. Kolam baiknya benar-benar kering di bawah terik matahari sebelum terisi air baru. Tak heran, konstruksi saluran pembuangan juga harus tepat agar tidak perlu menguras manual untuk mengeringkan kolam.

Baca juga:   Kisah Sukesiana, Sulap Koran Bekas Jadi Barang Bernilai Rupiah

‘’Dasar kolam tidak boleh lebih rendah dari saluran pembuangan,’’ ujaranya sembari menyebut masalah rangka, lipatan pada terpal, dan saluaran pembuangan ini banyak ditemukan pada kolam budi daya ikan masyarakat.

Dorce menambahkan, pemilihan jenis ikan juga harus tepat. Kolam untuk lahan sempit baiknya untuk budi daya ikan lele. Ikan jenis ini memiliki padat tebar lebih banyak sebab tidak bersisik. Tak heran, ikan masih dapat tumbuh dengan baik kendati dalam kolam sempit dengan jumlah yang banyak.

‘’Ikan bersisik seperti nila dan gurame baiknya di kolam luas. Kalau terpaksa pakai kolam kecil, baiknya jumlahnya tidak terlalu banyak,’’ jelasnya sembari menyebut ikan juga mahkluk hidup yang memiliki kebiasaan dan perilaku tersendiri.

Itu guys, minimnya lahan di perkotaan bukan masalah. Pemerintah pastinya memberikan solusi alternatif. Seperti dalam bidang perikanan di atas. Pemilihan jenis ikan dan konstruksi kolamnya juga penting. Jangan asal dibuat. Saran dan masukan dari ahlinya penting sebagai pertimbangan agar budi daya optimal.

Masyarakat yang ingin tahu lebih banyak juga bisa langsung datang ke Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun di Jalan Tirta Raya 15 Kelurahan Nambangan Lor, Manguharjo. Di sana banyak petugas berlatar belakang sarjana perikanan yang siap berbagi ilmunya.

Jaga terus kesehatan dengan rajin berolahraga dan istirahat cukup. Jangan racuni tubuh dengan mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok. Bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Mulai rokok polos tanpa pita cukai, berpita cukai palsu atau berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan untuk masyarakat. So, jadi pembeli yang bijak ya. (ws hendro,agi/diskominfo)