MADIUN – Layanan wireles fidelity (wifi) gratis Pemkot Madiun sudah berjalan setahun terakhir. Keberadaan layanan internet gratis berupa wifi manage service berkecepatan 20 mbps produk PT Telkom itu terbukti cukup membantu masyarakat.

Layanan kebutuhan utama jaman now ini dipastikan bakal terus ada ke depan. Bahkan, Pemkot berencana memperluas layanan dengan menambah titik-titik pemasangan piranti koneksi tanpa kabel itu.

‘’Internet sudah menjadi kebutuhan utama sekarang ini. Selain sebagai media publikasi pemerintah, keberadaan wifi ini juga untuk membantu masyarakat,’’ kata Kepala Diskominfo Kota Madiun Subakri, Senin (12/3).

Kepala Diskominfo Kota Madiun, Subakri.

Tak heran, jika peruntukkan wifi cenderung kepada masyarakat. Subakri menyebut 60 persen keberadaan wifi untuk masyarakat. Terdapat 150 titik wifi yang tersebar diberbagai tempat umum. Beberapa titik terpasang lebih dari dua wifi sekaligus. Salah satunya, Alun-alun Kota Madiun.

‘’Anggaran wifi ini msauk anggaran rutin Diskominfo. Artinya, selalu ada setiap tahunnya. Malah sebisa mungkin terus ditambah,’’ ujarnya sembari menyebut layanan wifi saat ini menghabiskan anggaran Rp 1,2 miliar setahun.

Layanan wifi ini kali pertama diluncurkan 2017 lalu. Pihaknya memandang perlu adanya layanan wifi gratis sebagai sarana publikasi pemkot. Setiap pemerintahan psatinya memiliki media publikasi. Umumnya, berupa website hingga medsos. Masyarakat perlu tahu informasi tentang pemerintahnya.

‘’Makanya, ketika login selalu muncul website Pemkot Madiun terlebih dahulu. Harapannya, masyarakat paling tidak melirik hingga membaca apa yang disajikan,’’ jelasnya.

Hanya terdapat sepuluh titik wifi kala itu. Pun, hanya dikawasan tengah kota. Diluar dugaan, permintaan masyarakat membludak. Pihaknya terus berupaya menambah. Efisiensi penggunaan wifi untuk organisasi perangkat daerah (OPD) dilakukan. Sebaliknya, penggunaan wifi untuk masyarakat ditambah. Terutama saat APBD perubahan 2017 lalu.

Baca juga:   Maksimalkan Fungsi, Stadion Wilis Ganti Lampu

‘’Sampai saat ini terdapat 311 titik wifi gratis di tempat umum dan instansi pemerintahan,’’ ungkapnya.

Ke depan, keberadaan wifi bakal diupayakan bertambah. Namun, tentu tidak semua permintaan masyarakat dapat dipenuhi. Penambahan berdasar skala prioritas. Subakri menyilahkan masyarakat mengusulkan titik pemasangan wifi. Usulan bakal diurutkan berdasar skala prioritas.

‘’Tidak menutup kemungkinan wifi akan masuk hingga kawasan permukiman masyarakat. Namun, tetap di tempat umum. Seperti taman kampung atau poskamling,’’ ujarnya.

Nah itu guys, pemerintah pastinya memberikan layanan terbaik bagi masyarakatnya. Banyak sekali program demi kesejahteraan masyarakat. Seperti layanan wifi ini yang memberikan beragam manfaat. Bukan hanya untuk sekedar eksis di media sosial (medsos). Namun, juga untuk sarana usaha hingga pendidikan. Keberadaan wifi ini bakal ditingkatkan ke depan. Namun, masyarakat diminta bijak dalam menggunakannya.

Jaga terus kesehatan dan selalu patuhi aturan. Jangan racuni tubuh dengan mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok. Bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu atau berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara. Selain itu, sebagian dan cukai juga diperuntukkan kepada masyarakat. So, jadi pembeli yang bijak ya. (ws hendro,agi/diskominfo)