MADIUN – Belajar tidak selalu dalam kelas. Pembelajaran juga banyak tersaji di lingkungan sekitar. Tak heran, cukup banyak sekolah yang menggelar kegiatan belajar-mengajar (KBM) diluar ruang. Seperti ratusan anak pendidikan usia dini (PAUD) se-Kecamatan Kartoharjo ini.

Mereka Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun sebagai tempat belajar beberapa waktu lalu. Anak-anak tidak hanya mengenal langsung flora dan fauna di sana. Namun, juga pembelajaran terkait lingkungan.

‘’Di Dinas Pertanian ini bisa dibilang paket lengkap. Karena ada flora juga faunanya. Jadi bisa langsung dapat semua di sini,’’ kata Kabid Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Dorce Lomo, Selasa (13/3).

Anak-anak tidak langsung dikenalkan dengan hewan dan tanaman di sana. Pengenalan dimulai dari tayangan animasi dalam ruang. Tentu bertemakan flora dan fauna. Mulai jenis-jenis ikan, hewan pemamah biak, hingga tanaman sayur dan buah. Sejumlah alat peraga menambah seru suasana belajar.

‘’Dunia anak-anak usia dini itu kan bermain. Pembelajaran juga kami kemas dengan permainan,’’ ujarnya.

Suasana belajar bertambah seru ketika pembelajaran mulai keluar ruang. Dorce menyuguhkan peternakan kambing terlebih dulu. Antusias anak-anak terlihat. Beberapa kambing yang dikeluarkan dari kandang langsung jadi sasaran kerumunan. Beberapa anak kambing yang berlari langsung dikejar.

Namun, ada juga yang keheranan hingga takut. Namanya juga anak-anak. Beberapa di antaranya memang baru kali pertama melihat kambing secara langsung. Biasanya hanya mengenal dari gambar.

‘’Anak-anak ini kan pemikirannya masih sederhana. Respon yang muncul bermacam-macam,’’ ungkapnya sembari menyebut juga yang jijik dan berteriak bauk setelah memegang.

Kegiatan berlanjut pengenalan ikan. Ada beberapa ikan yang dikenalkan. Mulai nila, gurame, dan lele. Wajah keheranan mengemuka. Apalagi, saat melihat indukan ikan di sana. Anak-anak kebanyakan belum pernah melihat ikan ukuran besar.

Baca juga:   Mendorong Siswa Lebih Kreatif dengan Konsep Entrepreneur di Santo Bernadus

‘’Karena ukurannya yang besar, ada beberapa yang menyebut ikan paus, padahal hanya indukan gurame,’’ ujarnya.

Beberapa jenis ikan dalam aquarium juga diperlihatkan kepada anak-anak. Mereka tampak antusias juga senang. Pembelajaran berlanjut pada pengenalan jenis tanaman. Dinas setempat memang memiliki green house untuk pembibitan tanaman bunga, buah, dan sayur.

‘’Ada sembilan titik objek yang dikunjungi anak-anak. Prinsipnya anak-anak juga belajar mengenal lingkungan sekitar,’’ jelasnya sembari menyebut ada sekitar 250 anak dan 34 guru serta orang tua.
BBI bukan kali pertama menjadi jujukan pelajar untuk pembelajaran. Dorce menyebut pihaknya cukup sering menerima kunjungan pelajar. Bahkan, kunjungan juga dari sekolah daerah luar Kota Madiun.

‘’BBI tidak hanya kami konsep untuk pembudidayaan. Tetapi juga sebagai edukasi,’’ pungkasnya.

Nah itu guys, bentuk pembelajaran semakin variatif kini. Tidak hanya monoton dalam ruang. Pembelajaran juga bersentuhan langsung dengan lingkungan sekitar. Bukan hanya sebagai pengelanan lingkungan. Namun, juga pembelajaran karakter. Dinas terkait pastinya terbuka demi kemajuan bersama.

Jaga terus lingkungan dan selalu taati aturan. Patuhi juga aturan cukai. Dana cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Mulai untuk peningkatan fasilitas kesehatan, pelatihan, hingga peningkatan infrastruktur. Membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat. (agi/diskominfo)