MADIUN – Musim penghujan identik dengan genangan. Begitu juga di Kota Madiun. Sejumlah titik dipastikan tergenang ketika hujan turun kelewat lebat. Kendati genangan bersifat sementara, pastinya berdampak pada kegiatan masyarakat.

‘’Secara geografis kawasan Kota Madiun berbentuk seperti cekungan. Tak heran, kalau muncul genangan di sejumlah titik,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto, Rabu (14/3/2018).

Penanganan, kata dia, butuh dilakukan secara intensif. Mulai perbaikan saluran hingga penyedotan. Teranyar, pihaknya tengah mempersiapkan program pavingisasi berbiopori. Ini penting untuk menciptakan areal resapan air. Sebab, air genangan kurang lancar mengalir.

‘’Karena berada dikawasan cekungan, tentunya air tidak lancar mengalir. Butuh areal resapan air agar cepat mongering,’’ ungkapnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan survei lokasi. Paving berbiopori ini rencananya tersebar di 27 kelurahan. Terdapat ratusan titik dengan kedalaman sekitar satu meter. Sedang, jarak penanaman biopori menyesuikan lokasi. Mulai satu meter untuk kawasan yang dinilai cukup banyak menampung genangan hingga berjarak dua sampai tiga meter untuk kawasan sedang.

‘’Penerapan konsep ini rencananya kami mulai saat pembangunan pavingisasi tahun ini,’’ tegasnya.

Biopori, lanjutnya, bakal memberikan beragam manfaat. Tidak hanya sebagai penanggulangan banjir. Namun, juga sebagai pengahasil pupuk kompos. Sebab, konsep biopori memang sebagai mesin penghasil pupuk kompos. Tabung yang ditanam dalam paving berisi daun. Dalam kurun waktu tertentu daun bakal menjadi pupuk alami.

‘’Karena menjadi areal resapan, kawasan sekitar biopori menjadi kaya air. Ini juga baik untuk pertumbuhan pohon dan tanaman sekitar,’’ jelasnya sembari menyebut biopori juga berfungsi untuk mempertahankan kandungan air dalam tanah.

Baca juga:   Bonus Demografi Diwarnai Era Disruption

Selain itu, Kota Madiun juga memiliki sejumlah pompa air untuk penangangan banjir. Setidaknya terdapat tujuh titik pompa yang dalam kondisi baik saat ini. Mampu menyedot ratusan hingga ribuan liter. Seperti pompa air di jalan Kaswari yang berkapasitas 800 liter per detik.

Tiga unit pompa air lain di Gang Pancasila berkapasitas 1.000 liter per detik. Sementara di jalan Pandan terdapat empat unit pompa berkapasitas 1.500 liter per detik. Sedang, pompa air di Kelurahan Madiun Lor dan mobile berkapasitas 500 liter per detik. Jika semua beroperasi pompa dapat menyedot air hingga 6.000 liter per detik.

Itu guys, penanangan banjir idealnya berlapis. Harapannya, agar banjir tidak lama menggenang. Pemerintah pastinya mengupayakan penanganan yang terbaik. Namun, pastinya butuh peran serta masyarakat. Salah satunya, dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Jaga terus kesehatan dan selalu patuhi aturan. Jangan racuni tubuh dengan mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok. Bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu atau berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara. Selain itu, sebagian dan cukai juga diperuntukkan kepada masyarakat. So, jadi pembeli yang bijak ya. (dhevit,agi/diskominfo)