MADIUN – Pelajar tingkat XII tampaknya belum dapat berleha hingga sebulan ke depan. Bagaimana tidak, dua ujian menanti dalam waktu dekat ini. Pelajar bakal melakoni ujian sekolah berbasis nasional (USBN) Maret ini. Setelahnya, ujian nasional berbasis komputer (UNBK) menanti awal April nanti. Pelajar wajib bersiap lantaran padatnya jadwal.

‘’USBN untuk SMA dimulai Jumat, 16 Maret ini. Sedang, UNBK-nya 9 April mendatang,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten/Kota Madiun Kresna Herlambang, Rabu (14/3).

Jadwal semakin padat lantaran USBN SMA baru berakhir 4 April mendatang. Artinya, hanya berselang lima hari dari pelaksanaan UNBK. Sedang, jadwal USBN susulan dijadwalkan 23 – 27 April mendatang. Kresna berharap peserta ujian wajib menjaga stamina.

‘’Paling dalam sebulan ke depan setidaknya mengurangi kegiatan yang menguras tenaga atau berpotensi mengakibatkan sakit,’’ pesannya sembari menyebut UNBK SMA 9-12 April dan ujian susulan 17-18 April.

Sementara, USBN tingkat SMK sudah dimulai sejak, Senin (12/3) lalu. Jadwal SMK dimulai lebih awal lantaran terdapat ujian kompetensi masing-masing jurusan. USBN baru berakhir 23 Maret mendatang. Lagi-lagi, dia berharap peserta ujian pandai-pandai mengatur waktu dan cukup istirahat.

Begitu juga dengan UNBK SMK yang lebih awal dibanding SMA. UNBK SMK dijadwalkan 2-5 April. Sedang, ujian susulannya berbarengan dengan jadwal SMA. Kendati begitu, Kresna optimis peserta dapat maksimal.

‘’Setidaknya dari dua kali tryout yang dilakukan, hasilnya cukup memuaskan. Semoga hasil baik ini tetap terjaga,’’ ungkapnya.

Kresna berharap pelaksanaan ujian tetap dilakukan serius. Sebab, kendati UNBK bukan penentu kelulusan, peserta wajib tetap optimal agar mendapat nilai bagus. Nilai ini biasanya menjadi syarat masuk perguruan tinggi. Tak heran, tetap harus berpacu demi mendapat nilai maksimal.

Baca juga:   UNBK SMA/SMK Berakhir, 9 Siswa Ikut Susulan

‘’Memang ada penurunan capaian nilai minimal standar devisiasi setelah UNBK bukan penentu kelulusan. Tahun lalu saja, hanya 15 persen dari peserta ujian se-Jawa Timur untuk SMA. Target kami bisa naik hingga 45 persen tahun ini,’’ ujarnya sembari menyebut nilai standar devisiasi sebesar 5,5 per mapel.

Terkait UNBK, Kresna menyebut persiapan sudah 100 persen. Terutama sarana dan prasarananya. Mulai komputer, jaringan, hingga pasokan listrik dan internet. Pihaknya sudah bekerja sama dengan PLN dan Telkom.

‘’Untuk sarana saya kira tidak ada masalah. Semoga juga lancer saat hari H pelaksanaan nanti,’’ pungkasnya.

Itu guys, tugas utama pelajar adalah belajar. Selain itu, juga harus menuntaskan pendidikan. Jangan sampai putus sekolah. Apalagi untuk tingkat XII yang tinggal melewati ujian. Terus semangat demi menggapai cita-cita.

Jaga terus kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok. Pelajar juga harus menjadi pelopor taat peraturan. Patuhi juga aturan cukai. Ada tiga barang cukai yang beredar di tanah air. Yakni, hasil tembakau (rokok, cerutu, vapor, dll), etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Pastikan ketiga barang tersebut menggunakan pita cukai asli saat diperjualbelikan. Pelanggaran atas cukai bisa berujung pidana. So, jadi pembeli yang bijak ya. (ws hendro,agi/diskominfo)