MADIUN – Angka harapan hidup masyarakat Kota Madiun cukup tinggi. Mencapai 72,44 tahun. Angka tersebut lebih tinggi dari capaian provinsi Jawa Timur. Namun, bukan berarti waktunya berleha. Angka harapan hidup wajib terus didongkrak.

‘’Angka harapan hidup salah satu tolak ukur IPM (indek pembangunan manusia). Sedang, IPM merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah. Makanya, angka harapan hidup wajib terus didongkrak,’’ kata Kepala Dinkes dan Keluarga Berencana Kota Madiun Agung Sulistya Wardani, Selasa (13/3).

Beragam upaya dilakukan pemkot untuk meningkatkan angka harapan hidup. Salah satunya, meningkatkan target capaian menjadi 73 tahun di 2019 mendatang. Ini tentu tidak mudah. Butuh peran serta berbagai pihak terkait. Pelayanan kepada masyarakat juga wajib maksimal dan optimal.

‘’Meningkatkan angka harapan hidup bukan hanya mengobati masyarakat yang sakit. Tetapi juga upaya antisipasi hingga penanganan setelahnya. Artinya butuh keterlibatan banyak pihak,’’ jelasnya.

Tak heran, butuh integrasi layanan antar instansi. Salah satunya, dalam penanganan kegawat daruratan. Penanganan, kata dia, cepat, tepat, dan akurat. Harapannya, korban segera mendapat penanganan untuk meminimalkan kematian. Wardani menyebut butuh satu pintu pelayanan.

‘’Penanganan urusan kegawatdaruratan ini kan baiknya hitungan menit bahkan detik. Makanya mulai pelaporan hingga penanganan harus seefisien mungkin,’’ jelasnya.

Penanganan juga harus tersentral. Tak heran, butuh semacam Publik Safety Center (PSC). Ini merupakan pintu masuk segala jenis pelaporan kedaruratan. Petugas bakal langsung mengidentifikasi jenis laporan untuk kemudian diteruskan kepada instansi terkait yang menangani.

Baca juga:   Vaksin Difteri Untuk Anak dan Dewasa Dibedakan

Wardani mencontohkan, kejadian pohon tumbang. Masyarakat kebanyakan masih bingung melapor. Apalagi jika kejadian sudah melibatkan banyak instansi. Mulai Dinas Lingkungan Hidup, RSUD, hingga Dishub.

‘’PSC ini bakal mengkoordinir instansi terkait yang tepat untuk melakukan penanganan,’’ ungkapnya sembari menyebut sistem ini dinilai cukup berhasil mendongkrak angka harapan hidup di Kabupaten Tulunggagung.

Nah itu guys, pemerintah pastinya mengupayakan yang terbaik bagi masyarakatnya. Berbagai program dilaksanakan. Termasuk PSC yang sudah masuk usulan dalam rencana kerja Pemerintah Kota Madiun. Masyarakat wajib berperan serta. Paling tidak turut membantu pemerintah mensukseskan program tersebut.

Jaga terus kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok. Bagi kalian yang masih tetap merokok, jangan beli rokok illegal ya. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu atau berpita cukai tak sesuai peruntukan. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Salah satunya, dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT). So, jadi pembeli yang bijak ya. (ws hendro-agi/diskominfo).