MADIUN – Usaha kecil berdaulat, negara kuat. Tak heran, pemerintah getol mendongkrak sektor usaha kecil tersebut. Berbagai upaya wajib dilakukan agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus berkembang. Mulai pelatihan, pembinaan, hingga permodalan.

‘’Permodalan seringkali menjadi penghambat dunia usaha. Bahkan, banyak yang akhirnya gulung tikar karena masalah minimnya modal,’’ kata Dirut PD BPR Bang Daerah Kota Madiun Ahmadu Malik Dana Logistia, Kamis (22/3).

Pemerintah wajib memberikan solusi. Ahmadu menyebut berbagai program pemerintah dijalankan demi membantu masalah permodalan tersebut. Salah satunya, program kredit UMKM di Bank Daerah Kota Madiun. Kredit ini, kata dia, cukup membantu. Bunga pinjaman lebih ringan. Hanya 0,5 persen sebulan. Artinya, hanya enam persen setahun.

‘’Kredit ini memang ditujukan untuk membantu pelaku usaha di Kota Madiun. Bukan sepenuhnya mencari keuntungan,’’ ungkapnya.

Pemkot Madiun, lanjutnya, memang memberikan bantuan penyertaan modal di Bank Daerah sejak 2017 lalu. Besarannya mencapai Rp 12 miliar. Duit wajib digunakan untuk kredit murah. Bukan hanya bunga pinjaman. Namun, juga bebas biasa jasa dan administrasi. Menariknya, kredit murah tanpa batas plafond.

Ahmadu menyebut persetujuan kredit hanya berdasar besaran agunan dan hasil survei kemampuan peminjam dengan jangka maksimal tiga tahun. Pun, syaratnya juga mudah. Mulai fotokopi KTP, KK, surat nikah, agunan, dan salinan surat ijin usaha mikro kecil (IUMK) dinas terkait.

‘’Kredit ini bisa dibilang cukup murah. Untuk pinjangan Rp 10 juta, bunga pinjamannya hanya Rp 50 ribu dengan jangka waktu angsuran tiga tahun,’’ jelasnya sembari menyebut agunan bisa berupa BPKB kendaraan atau sertifikat tanah dan rumah.

Baca juga:   Detak Mesin Ketik Manual Di Era Digital.

Namun, kredit hanya untuk masyarakat Kota Madiun. Baik tempat tinggal maupun tempat usahanya. Warga Kota Madiun yang memiliki usaha ditempat lain tidak diperkenankan mengajukan kredit.

Ahmadu menyebut pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal, PTSP, Koperasi dan UMKM Kota Madiun untuk pengajuan kredit. Salah satunya, dengan penerbitan kartu IUMK. Pelaku usaha bakal langsung mendapat kartu ini setelah melakukan pengurusan ijin. Kartu ini sebagai pengganti surat IUMK untuk pengajuan kredit murah.

‘’Kartu akan langsung kami terbitkan setelah salinan surat IUMK dari dinas terkait kami terima. Masyarakat tidak perlu datang mengambil. Kami akan antarkan langsung sekaligus menawarkan program kredit murah ini,’’ pungkasnya.

Nah itu guys, pemerintah pastinya tidak akan tinggal diam. Duit sebesar Rp 12 miliar disiapkan agar dapat digunakan masyarakat melalui program kredit murah ini. Bahkan, program kredit murah ini sejatinya sudah sejak 2017 silam. Namun, baru Rp 5 miliar di antaranya yang terserap hingga kini. Tertarik?

Jaga terus kesehatan dengan rajin berolahraga. Jangan racuni tubuh dengan mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok. Bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Mulai rokok tanpa pita cukai alias polos, berpita cukai palsu atau berpita cukai tidak sesuai peruntukkannya. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dana cukai dikembalikan untuk masyarakat. So, jadi pembeli yang bijak ya. (ws hendro,agi/diskominfo)