MADIUN – Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BRP) Bank Daerah Kota Madiun memiliki nahkoda baru. Ahmadu Malik Dana Logistia resmi mempimpin Bank Daerah di Kota Madiun itu sejak tiga bulan terakhir. Sosok anyar ini cukup menarik perhatian lantaran usianya yang masih muda. Seperti apa kiprahnya?

SENYUM ramah langsung mengemuka dari wajah Ahmadu Malik Dana Logistia kala melayani nasabah. Dia tampak sibuk. Direktur Utama (Dirut) PD BPR Bank Daerah Kota Madiun itu tidak selalu berada di ruangnya. Dia lebih sering keluar masuk memastikan perusahaan yang dipimpinnya itu berjalan baik. Maklum, Ahmadu masih muda. Jelas lebih energik dan memiliki semangat yang menggelora.

‘’Belum ada tiga bulan. Saya baru masuk sejak akhir Desember lalu,’’ kata pria 29 tahun itu santai.

Menjadi dirut perusahaan daerah memang baru diembannya. Namun, bukan berarti kinerjanya melempem. Sebaliknya, kinerja apik dia tunjukkan. Terbukti dari capaian tunggakan kredit nasabah yang mulai terpangkas. Ahmadu ingat benar besaran tunggakan mencapai 12,3 persen dari keseluruhan kredit yang dicairkan kala dirinya masuk. Tunggakan sekitar Rp 5 miliar jika diuangkan.

‘’Belum turun secara signifikan. Ini (tunggakan) memang menjadi fokus kami dalam setahun ini,’’ ungkapnya sembari menyebut tunggakan turun menjadi 9,77 persen di tiga bulan kepemimpinanya.

Pengembalian tunggakan, kata dia, memang tidak mudah. Sebab, setiap tunggakan pada nasabah memiliki cerita tersendiri. Memiliki sejarah yang panjang. Dia mengaku butuh mempelajari cerita dari awal masing-masing nasabah yang tercatat memiliki tunggakan kredit tersebut. Setelahnya, baru menentukan formula agar nasabah dapat atau mau mengembalikan sisa tunggakan.

‘’Ini memang menjadi masalah klasik setiap lembaga keuangan. Butuh pendekatan dan cara tersendiri untuk mengatasinya,’’ ungkapnya sembari menyebut tunggakan berpengaruh pada laba, aset, hingga kesejahteraan karyawan.

Selain itu, dia mengaku tengah memperkuat struktur organisasi perusahaan. Struktur, kata dia, ibarat rel. Kereta dapat melaju stabil saat dipacu dengan kecepatan tinggi jika relnya sudah kuat. Warga Saradan ini memilih memperkuat kerja sama antar personal. Mulai di internal perusahaan maupun dengan pihak luar.

Baca juga:   Pastikan Aman, Polisi Sisir Gereja Pakai Metal Detektor

Salah satunya, dengan menggandeng Dinas Penanaman Modal, PTSP, Koperasi dan UMKM Kota Madiun dalam urusan penerbitan kartu ijin usaha mikro kecil (IUMK). Pihaknya langsung menerbitkan kartu tersebut setelah pelaku usaha melakukan perijinan. Kartu menjadi salah satu syarat pengajuan kredit UMKM Bank Daerah dengan bunga cukup terjangkau. Hanya, 0,5 persen sebulan.

‘’Pelaku usaha tidak perlu datang mengambil. Kartu kami antarkan langsung ke tempat usaha,’’ ungkapnya.

Capaian karir Ahmadu tentu tidak datang begitu saja. Seperti lainnya, dia mengawali dari bawah. Mulai staf biasa kala masuk di Bank Daerah di Jombang. Berbagai bagian pernah diembannya. Mulai customer service (CS), administasi kredit, marketing SPI, auditor internal, hingga kabag bisnis. Magister Manajemen STIE Indonesia itu lantas mengikuti sertifivikasi direksi hingga akhirnya dipercaya menjadi Dirut Bank Daerah Kota Madiun.

‘’Tidak yang instan. Tetapi dengan bekerja keras tidak ada yang tidak mungkin,’’ pungkasnya sembari menyebut butuh lima tahun dari staf hingga menjadi Dirut.

Itu guys, setiap kerja keras pasti berbalas. Upaya yang dibangun dari bawah pastinya membutuhkan perjuangan yang tak mudah. Namun, hasil tentunya tidak membohongi proses. Seperti Ahmadu yang meniti karir sedari staf hingga menjadi Dirut ini patut menjadi suri teladan. Selalu bekerja keras, sabar, dan berdoa.

Jaga terus keamanan dan ketertiban dengan selalu mematuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai. Ada tiga barang cukai yang beredar di tanah air. Yakni, hasil tembakau (rokok, cerutu, vapor, dll), etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Pastikan ketiga barang tersebut menggunakan pita cukai asli saat diperjualbelikan. Pelanggaran atas cukai bisa berujung pidana. So, jadi pembeli yang bijak ya. (ws hendro-agi/diskominfo).