MADIUN – Instansi sekolah rawan menjadi sasaran pencurian. Buktinya, 15 unit perangkat komputer SDN 02 Winongo, Manguharjo, Kota Madiun raib digondol pencuri, Jumat (13/4/2018). Minimnya penjagaan memuluskan aksi pencurian yang diduga dilakukan lebih dari seorang itu.

Aksi pencurian kali pertama diketahui Edi Yuliarto, penjaga sekolah sekitar pukul 05.00. Edi curiga melihat pintu ruang komputer yang berada diujung selatan bangunan sekolah sisi barat tersebut sudah terbuka lebar. Apalagi, terdapat kerusakan pada kunci pintu.

‘’Pintunya sudah terbuka lebar. Langsung saya lihat ke dalam. Ternyata benar semuanya sudah hilang,’’ kata Edi.

Edi memang tidak tinggal di komplek sekolah. Dia sesekali datang memeriksa ketika malam. Tempat tinggalnya hanya berjarak sekitar 200 meter dari sekolah di Jalan Singosari itu. Kali terakhir diperiksa sekitar pukul 00.00. Edi mengaku kondisi ruang masih terkunci rapat ketika itu. Tidak ada kecurigaan. Dia kembali pulang.

‘’Saya tidak berani masuk. Hanya saya lihat dari pintu dan langsung saya laporkan kepada kepala sekolah,’’ terangnya.

Agus Sujoko, salah seorang guru, menyebut terdapat 16 perangkat komputer di dalam ruang. Namun, hanya 15 di antaranya yang hilang. Satu komputer untuk server tersebut masih berada di ruang. Satu komputer ini sengaja ditinggal lantaran pelaku diduga kesulitan membongkar meja server. Sebaliknya, 15 komputer lain tak tersisa. Mulai monitor, CPU, hingga keyboard dan mouse juga turut diangkut. Hanya tertinggal headset ditiap-tiap meja.

‘’Komputer ini masih baru. Pengadaan akhir tahun lalu dan baru digunakan beberapa bulan ini,’’ katanya.

Pengamanan, kata dia, sejatinya sudah dioptimalkan. Ruang sudah berteralis besi. Pihaknya juga menambah kunci gembok pada pintu. Kondisi gembok dan kunci pintu rusak berat diduga lantaran dibuka paksa. Namun, Agus tak membantah pagar sekolah kelewat rendah kendati pagar juga terkunci.

Baca juga:   Kabag Ops Polresta Madiun Imbau Babinkamtibmas Lebih Waspada

‘’Kami juga meminta bantuan masyarakat sekitar sekolah untuk ikut mengawasi. Tetapi ternyata masih juga kebobolan,’’ ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Logos Bintoro menyebut pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dia menambahkan, pelaku diduga lebih dari satu orang. Selain itu, kuat dugaan aksi pencurian dilakukan dengan kendaraan roda empat. Rendahnya pagar dan dekatnya ruang dengan jalan memuluskan aksi pencurian tersebut.

‘’Ada pola penjagaan yang salah. Pemeriksaan harusnya rutin setiap satu atau dua jam sekali. Terutama setelah lewat tengah malam,’’ ujarnya.

Logos menambahkan, pelaku cukup professional. Buktinya, tidak tertinggal sidik jari pelaku di TKP. Penyelidikan semakin sulit lantaran belum adanya kamera CCTV di kompleks sekolah. Begitu juga dengan keterangan saksi warga sekitar lokasi. Warga kebanyakan tidak mendengar kegaduhan maupun suara mobil saat kejadian.

‘’Pelaku diduga sudah melakukan pemantauan sebelum beraksi. Ini masih dalam penyelidikan,’’ ujarnya sembari menyebut modus pelaku berbeda dengan kasus pencurian serupa sebelumnya dan bakal segera berkoordinasi dengan jajaran Polres sekitar. (ws hendro, agi/diskominfo).

Katakan tidak pada cukai illegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara. Selain itu, sebagian dana cukai diperuntukkan kepada masyarakat. Mulai untuk peningkatan fasilitas kesehatan, pelatihan, dan pembangunan. Mari bijak dengan menaati pajak dan cukai.