MADIUN – Stadion Wilis tampaknya angker bagi tim sepak bola Madiun United (Madu). Bagaimana tidak, Madu kembali takluk dipertandingan kandang kali kedua kompetisi liga III regional Jatim 2018 ini. Kali ini, Teguh Susanto dkk takluk dari Lamongan FC, Minggu (15/4/2018) dengan skor 2-3. Mental bermain tampaknya masih menjadi kendala permainan anak asuh Mohammad Hasan tersebut.

Itu terlihat dari jalannya pertandingan. Tim Madu seperti kehilangan konsentrasi. Tim tamu berhasil mencuri goal di menit awal. Bahkan, bisa dibilang goal tercepat dalam kompetisi sejauh ini. Andi Andriansyah berhasil mencetak goal tak lebih dari menit pertama. Lamongan FC hanya butuh empat kali sentuhan setelah kick off untuk menyarangkan sikulit bundar.

“Anak-anak seperti kurang konsentrasi. Saat serangan datang kurang cepat mengantisipasi,” kata Pelatih Madu Muhammad Hasan seusai pertandingan.

Begitu juga dengan goal dua di menit 18 dan gol ketiga di menit 40. Hasan menyebut terdapat kesalahan pemain belakang yang kurang cepat naik begitu bola berhasil disapu bersih. Akibatnya, jebakan offside tak berjalan maksimal. Pemain lawan cukup mudah menembus pertahanan hingga menghasilkan goal. Anak asuh Hasan kalah 0-3 dibabak pertama.

Goal balasan tuan rumah baru tercipta setelah turun minum. Moh Sadam berhasil mencetak goal dari titik putih menit 80. Sedang, goal kedua dicetak Bayu dimenit injury time.

Madu berada di peringkat empat dengan poin empat saat ini. Hasan menyebut anak asuhnya masih berpeluang lolos penyisihan grup. Paling tidak dengan menjadi peringkat ketiga terbaik. Sedang, Lamongan FC berada di puncak klasemen dengan raihan 12 poin. Tim Madu bakal melawat ke Kediri Minggu depan.

Baca juga:   Kontingen Kota Madiun POR SD/MI Raih 1 Emas 6 Perunggu

Sementara itu, pelatih Lamongan Fc, Mahmud Safii menyebut goal cepat di menit awal tersebut diluar dugaan. Sebab, dia tak menginstruksikan anak didiknya untuk langsung menyerang. Apalagi, bermain sebagai tim tamu. Namun, anak didiknya berimprovisasi dengan langsung menyerang setelah kick off.

“Anak-anak bermain lepas hari ini. Goal di menit pertama itu diluar dugaan,” ujarnya. 
Keunggulan itu, kata dia, menambah kepercayaan diri anak didiknya. Hingga goal demi goal lain tercipta. Namun, Mahfud mengakui permainan tim Madu yang tak kalah bagus. Terbukti dengan dua goal balasan di babak kedua. Nyaris timnya hanya bertahan sepanjang 45 menit kedua tersebut.

“Anak-anak lebih disiplin. Ini memang evaluasi kami saat pertandingan tandang pertama lalu di Malang. Anak-anak kurang displin hingga akhirnya kalah 2-1 dari tuan rumah,” pungkasnya. (ws hendro-agi/diskominfo).

Jaga terus ketertiban dengan mematuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai. Terdapat tiga barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Mulai hasil tembakau, etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi kepada negara.