MADIUN – Deretan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) siap menanti partisipasi masyarakat. Total ada 171 daerah yang melaksanakan pilkada serentak di Indonesia. Tak terkecuali Kota Madiun.

Ada tiga pasangan calon yang sedang bertarung memperebutkan kursi walikota dan wakil walikota Madiun. Yakni, pasangan Maidi-Inda Raya Ayu Miko Saputri, Harryadin Mahardika-Arief Rahman, dan Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi.

Pakar Komunikasi Universitas Airlangga Dr Suko Widodo menuturkan bahwa di era milenial ini, tidak mungkin membatasi kampanye. Apalagi di media sosial. Menurutnya, pelanggaran justru banyak di dunia maya.

Pakar Komunikasi Universitas Airlangga Dr Suko Widodo

Media sosial merupakan ruang terbuka dan bisa diakses oleh siapa saja. Tak menutup kemungkinan dimanfaatkan oleh paslon dan tim sukses sebagai media kampanye. Bahkan, ruang medsos lebih rawan menimbulkan konflik.

Karenanya, Suko berharap ada pengawasan lebih dari penyelenggara pilkada untuk medsos. Khususnya, pemberitaan yang sifatnya palsu atau hoax. ‘’Berita hoax sangat mudah disebarkan,’’ imbuh alumnus S1 UGM, S2 UI, dan S3 Unair ini.

Meski demikian, ada ciri-ciri khusus yang bisa dicermati dari pemberitaan hoax. Biasanya, judul berita bombastis. Kemudian, judul dan isi berita tidak sama. Selain itu juga bersifat provokatif. Sehingga, mudah memprovokasi golongan tertentu untuk bereaksi.

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair itu menjelaskan, saat ini masyarakat sedang memasuki era transisi dari manual ke digital. Wilayah perkotaan memiliki kekuatan medsos yang besar. Bahkan, informasi yang tersebar di dalamnya mampu memengaruhi opini publik.

Baca juga:   Menikmati Hutan Mini di Dalam Kota Madiun

Karenanya, Suko mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan berbagai isu pilkada di internet. Juga, jangan mudah percaya terhadap suatu berita hingga ikut menyebarkan. Sebaiknya mencari kebenarannya dulu. Apalagi, saat ini pemerintah telah menerapkan UU ITE. Penyebar berita hoax bisa dikenai pasal dan hukuman.

Selain itu, Suko juga mengimbau kepada para tim sukses paslon agar memanfaatkan medsos secara baik. Jangan sampai menyebarkan berita yang tidak jelas kebenarannya. ‘’Adu argumen di medsos boleh, tapi harus disertai data yang akurat,’’ tegasnya.

Tak hanya itu, peran serta tokoh masyarakat dan pemuka agama di wilayah juga dibutuhkan. Suko mengatakan, organisasi masyarakat jangan ikut kampanye. Tapi, membantu agar pilkada bisa berjalan lancar dan aman. ‘’Selain itu, penyelenggara pilkada juga harus adil,’’ tandasnya. (wshendro, irs/madiuntoday)

Jaga terus ketertiban dengan selalu mematuhi aturan. Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.