MADIUN – Sudah menjadi masalah klasik di Indonesia bahwa menjelang hari besar keagamaan harga-harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Tak terkecuali di Kota Madiun. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Walikota Sugeng Rismiyanto membagikan tips kepada masyarakat. Apa itu?

‘’Mari kita hitung kebutuhan pangan dalam satu keluarga,’’ ajaknya kepada tamu undangan Sosialisasi Pilkada di Asrama Haji Kota Madiun, Selasa (24/4).

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto

Sugeng menjelaskan, rata-rata orang membutuhkan beras 6,5 kilogram untuk makan selama satu bulan. Dari acuan itu, dia mengajak warga untuk menghitung jumlah anggota keluarga dalam satu rumah. Begitu pula dengan kebutuhan lainnya. Seperti gula, minyak, bawang, dan cabai.

‘’Belinya jangan menunggu Mei,’’ jelasnya kemudian. Agar tidak menimbulkan inflasi menjelang lebaran, Sugeng mengajak masyarakat untuk mencicil bahan kebutuhan pokok sebelum mendekati hari H. Dengan demikian, permintaan stok kebutuhan pokok di pasaran juga akan normal.

Sementara untuk kebutuhan cabai, Sugeng mengajak masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi dengan menanam sendiri di rumah. Apalagi, tanaman cabai cukup mudah tumbuh. Sehingga, ketika harganya merangkak naik, masyarakat tetap bisa menikmatinya.

Baca juga:   Bingung Modal? Yuks Intip Kredit Murah Bank Daerah

Lebih lanjut, Sugeng mengungkapkan, angka pertumbuhan ekonomi Kota Madiun lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur. Namun, tingkat inflasinya termasuk yang tertinggi di Pulau Jawa. Dengan mencicil kebutuhan mulai sekarang, harapannya tidak terjadi lonjakan inflasi yang signifikan menjelang Lebaran.

‘’Ini tips yang disarankan untuk menanggulangi inflasi nasional, provinsi, maupun daerah. Mari ikut bantu Kota Madiun agar tidak terjadi inflasi,’’ imbuhnya. (dhevit, irs)

Jaga terus kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.