MADIUN – Mengalami gangguan jiwa dan menghilang enam tahun lamanya. Tak heran, pertemuan di antara anggota keluarga ini begitu mengundang haru dan tangis bahagia. Begitulah gambaran keluarga Naaf, 35, warga Desa Bungkuk, Parang, Magetan ini. Kerinduan selama enam tahun lamanya terbayar seketika saat Naaf hadir ditengah keluarga.

Itu setelah petugas UPTD Loka Bina Karya Kota Madiun mengantarkan Naaf yang mengalami skizophrenia katatonik, salah satu jenis gangguan jiwa dengan ciri respon lambat ini kembali pulang, Jumat (4/5/2018) lalu. Naaf dipulangkan lantaran dinilai sudah cukup membaik kini.

‘’Naaf merupakan salah satu pasien UPTD Loka Bina Karya sejak Februari lalu. Sudah menjalani perawatan di RSJ Lawang selama sebulan,’’ kata Kepala UPTD Loka Bina Karya Cucuk Sudarsono.

Pertemuan antar anggota keluarga ini cukup emosional. Tangis haru pecah begitu mobil ambulans yang mengantarkan Naaf tiba di kantor desa setempat. Maklum, keluarga tidak menduga bakal kembali bertemu dengan Naaf. Bahkan, keluarga sudah mengikhlaskan kepergian pria berambut cepak itu. Apalagi, Naaf pergi dengan kondisi gangguan jiwa enam tahun lalu. Harapan kepulangan terkubur seketika. Pelukan kepada Naaf tak henti diberikan. Tetangga kiri dan kanan rumahnya yang turut menyambut juga seakan tak percaya. Naaf kembali pulang.

‘’Apalagi pihak keluarga sudah cukup berusaha mencari Naaf kesana-kemari. Mulai meminta bantuan kiai, kepolisian, hingga berita kehilangan di media televisi. Tetapi tidak membuahkan hasil,’’ ujarnya.

Bima Primaga Yudha, relawan Ketua Madiun Care yang turut merawat dan mengantar Naaf menyebut Naaf sempat dikabarkan menghilang lantaran dibawa mahkluk halus enam tahun lalu. Sebab, Naaf menghilang secara tiba-tiba menjelang senja. Berbagai upaya dilakukan. Namun, tak membuahkan hasil. Keluarga pasrah.

Baca juga:   Beras Masih Penyumbang Terbesar Inflasi Kota Madiun

Cerita kepulangan Naaf berawal saat dirinya terjaring petugas Satpol PP Kota Madiun sekitar Februari lalu. Naaf terjaring bersama sejumlah gelandangan dan orang gila lain. Naaf lalu dirawat di Shelter ODGJ UPTD Loka Bina Karya. Pendekatan dilakukan.

‘’Butuh dua hari untuk mendapatkan informasi dari Naaf. Dia termasuk kategori berat,’’ ujarnya.

Sebab, Naaf tidak dapat diajak komunikasi. Banyak diam. Bergerakpun lamban. Petugas menamainya Jhon sebab berstatus mr x. Terapi komunikasi dilakukan hingga akhirnya Naaf dapat menuliskan alamat asal. Kendati begitu, Naaf tidak langsung dipulangkan. Dia menjalani perawatan di RSU Lawang di Malang. Naaf mengalami banyak kemajuan setelah sebulan menjalani perawatan.

‘’Setelah dirasa cukup baik. Kami mencoba menelusuri keluarga dan lantas mengantarkannya,’’ terangnya. (agi/diskominfo)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.