MADIUN – Menuntut ilmu wajib setinggi-tingginya. Merintis usaha perlu berlatih dan mencoba. Setidaknya dua hal itu yang tengah dilakukan empat mahasiswa Universitas (Unipma) Kota Madiun ini. Padatnya jadwal perkuliahan tak menyurutkan niat Aditya, Dandi, Danang, dan Siska untuk menjalankan usaha. Hasilnya, cukup membantu biaya perkuliahan. Bagaimana ceritanya?

KUE cubby itu tampak renyah. Gurih dan lembut di mulut. Rasanya? jangan ditanya. Membuat mulut tak mau berhenti mengunyah. Namun, siapa sangka pembuat kue legit itu sekawanan anak muda. Masih menuntut ilmu diperkuliahan. Merekalah Aditya, Dandi, Danang, dan Siska. Empat mahasiswa Unipma ini merupakan owner Queen Cake, usaha roti zaman now.

Roti bukan hanya legit dan nikmat. Namun, dikemas apik nan menarik. Seperti kue cubby yang menjadi produk andalan Queen Cake. Roti memiliki fla dalam isiannya. Sedang, bagian kulitnya ditambah susu dan taping. Terdapat cetakan tersendiri untuk membuat kulitnya. Kue cubby made in Queen Cake juga memiliki berbagai varian rasa. Mulai, coklat, strawbery, dan keju. Kayu manis ditambahkan sebagai campuran adonan.

‘’Kalau kue rambutan, prinsipnya hampir mirip tetapi dengan taping meses seperti bulu pada kulit rambutan,’’ terang Danang sembari menyebut juga membuat kue salju.

Beragam kue kering ini dikemas dalam box. Ini agar kemasan lebih menarik. Box juga menjaga roti tahan lama. Ini penting lantaran semua bahan pembuatan tanpa pengawet. Roti hanya tahan beberapa hari di luar kulkas. Roti tidak hanya enak di mulut. Namun, juga sehat. Danang dkk juga tidak menyimpan roti yang tak laku. Semua roti yang diproduksi pada hari itu wajib habis.

‘’Roti kami fresh the oven. Makanya kami tidak membuat banyak-banyak. Jika sisa langsung kami bagikan atau dikonsumsi sendiri,’’ ujarnya.

Tak heran, kue mereka tak hanya diminati kalangan mahasiswa di kampusnya. Namun, sudah sampai ke berbagai daerah sekitar. Mulai Kabupaten Madiun, Magetan, dan Ponorogo. Danang dkk juga memberlakukan gratis ongkir untuk pesanan dengan jumlah tertentu. Itu sebagai bentuk pelayanan.

‘’Usaha kami termasuk masih baru. Jadi harus berani memperbanyak promosi,’’ ungkapnya.

Usaha roti ini berawal dari tugas kuliah keempatnya akhir 2017 lalu. Mahasiswa pendidikan ekonomi tersebut diminta membuat dan menjual suatu produk. Kewirausahaan memang terdapat dalam mata perkuliahan jurusan yang mereka ampu. Pilihan roti mengemuka. Itu lantaran salah seorang orang tua keempat juga memiliki usaha kue. Tak disangka kue buatan mereka laris manis dikalangan teman-teman mahasiswa.

Baca juga:   Rekrutmen Divisi LRT Masuk Tahap II

‘’Beberapa teman malah memesan. Mau tidak mau kami memproduksi lagi. Sejak saat itu malah keterusan,’’ jelasnya.

Modal menjadi kendala saat itu. Maklum, namanya juga mahasiswa. Mereka akhirnya patungan. Besaran yang terkumpul jangan ditanya. Hanya, Rp 200 ribu. Pun, itu hanya cukup untuk membeli bahan. Peralatan terpaksa kembali pinjam orang tua. Perlahan namun pasti, pesanan berdatangan. Mereka mulai memproduksi lebih banyak roti. Sebagian keuntungan dibelikan perlatan. Sebagian untuk bantu uang kuliah.

‘’Tidak banyak sih. Keuntungan sekitar Rp 500 ribu sebulan. Tapi cukup membantu untuk sekedar fotokopi materi atau beli buku,’’ ungkapnya sembari menyebut nama Queen Cake dipilih lantaran seorang dari anggota merupakan perempuan.

Mereka berbagi tugas dalam pembuatan. Ada yang bertugas belanja bahan, membuat adonan, memanggang, hingga menghias dan mengemas. Begitu juga terkait pengiriman. Mereka biasa bergantian. Terutama yang sedang stay di Kota Madiun. Maklum, keempat mahasiswa kreatif ini berasal dari daerah berbeda. Ada yang dari Madiun, Magetan, Ngawi, dan Cepu.

‘’Yang penting saling mengerti. Siapa yang bisa langsung mengerjakan tanpa disuruh,’’ terangnya.

Bagi Danang, Aditya, Dandi, dan Siska pendidikan tidak hanya dalam perkuliahan. Segala sesuatu yang dapat menambah pengalaman merupakan bagian dari pendidikan. Termasuk urusan merintis usaha. Tanpa mencoba peluang bakal sirna. Kendati begitu mereka tak mengesampingkan perkuliahan. Pendidikan akademik tetap menjadi yang utama. ‘’Kami tidak tahu ke depan akan seperti apa. Apa yang ada sekarang wajib dioptimalkan. Ya kuliah ya usaha,’’ pungkasnya sembari menyebut ingin memiliki outlet di daerah asal masing-masing. (bendrik/dhevit/agi/diskominfo).

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.