MADIUN – Olahraga penting dilakukan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Apalagi, bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Latihan gerak tubuh tetap perlu dilakukan agar fisik terus terjaga kekuatannya.

Hal tersebut disadari betul oleh Sri Sulistyoningsih. Di usianya yang tak lagi muda, perempuan 55 tahun itu tak pernah berhenti berolahraga. Bahkan, dirinya didapuk sebagai instruktur senam lansia. ‘’Kalau kita sudah lansia, perlu untuk mengolah gerak fisik,’’ ungkapnya.

Hobi olahraga dijalani Sri sejak masih muda. Dia juga aktif menari tari tradisional. Dari waktu ke waktu, Sri semakin menyadari pentingnya olahraga. Kalau tidak latihan sehari saja, badan rasanya pegal-pegal.

Beberapa komunitas dan persatuan olahraga pun dia ikuti. Seperti Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (PORPI), Senam Tera, Senam Sehat Indonesia, dan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ). Sejalan dengan usianya, dia merasa PORPI yang paling cocok dijalankan saat ini.

Gerakan untuk melatih pernapasan penting dilakukan oleh lansia. Sebab, mereka sudah tidak dapat mengikuti gerakan yang lincah dan cepat. Karena itu, latihan pernapasan lebih cocok untuk melancarkan aliran darah, menjaga kesehatan jantung, serta menjaga sirkulasi oksigen dalam tubuh.

Kegiatan sebagai instruktur senam lansia dilakukan Sri sejak 1985. Dalam melatih lansia, Sri tidak asal merangkai gerakan. Latihan yang dia berikan sudah sesuai dengan standar gerakan fisik yang dianjurkan oleh dokter.

Menurut ibu lima anak dan enam cucu ini, setiap gerakan dalam senam lansia mempunyai trik sendiri. Antara lain, kuda-kuda harus kuat dan tidak boleh menunduk. ‘’Kalau kepala menunduk ke bawah saat gerak, nanti pasti pusing,’’ terangnya.

Dalam melatih senam lansia, Sri menerapkan gerakan satu paket. Antara lain, peregangan, refleksi, pemanasan, baru masuk inti. Setelah itu diisi dengan gerakan hiburan, menuju pendinginan, lalu pendinginan, dan diakhiri dengan self therapy.

Baca juga:   Kisah Sukesiana, Sulap Koran Bekas Jadi Barang Bernilai Rupiah

Satu paket minimal dilakukan selama 35 menit dan maksimal 1 jam. Durasi tergantung dari fisik lansia yang dilatih. bisa juga dilaksanakan dalam 40-50 menit. ‘’Gerakannya mirip aerobik tapi dengan hit yang lebih lentur,’’ ujarnya.

Sebelum memulai latihan pagi, Sri biasanya mengonsumsi segelas susu. Baru setelah olahraga dia menyantap sarapan. Menurut Sri, lansia penting untuk sarapan. Sebab, salah satu cara mencegah penyakit adalah dari makan. ‘’Selain itu juga mengonsumsi air putih, terutama pas bangun tidur,’’ imbuh perempuan yang tinggal di Jalan Kolonel Marhadi Gang Kenari Kota Madiun itu.

Banyak manfaat yang dirasakan Sri dengan rajin olahraga. Di antaranya, dapat mengurangi konsumsi obat-obatan kimia. Selain itu, dia juga mendapatkan hasil normal dalam tes kesehatan. Seperti saat pengecekan kolesterol, asam urat, dan gula darah.

Sri menambahkan, kuncinya ada di niat dan kemauan. Lansia tetap bisa merasakan tubuh yang bugar jika mau olahraga dan menerapkan pola hidup sehat. (WS Hendro, irs/madiuntoday)

Nah, itu tadi guys salah satu trik sehat dari instruktur senam lansia Kota Madiun Sri Sulistyoningsih. Bagi kalian yang masih muda, jangan mau kalah dengan ibu Sri. Menjaga kebugaran tubuh memang sebaiknya dimulai sejak dini. Agar tidak terlambat di kemudian hari.

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.