MADIUN – Lantunan lagu Indonesia Raya berkumandang di Alun-Alun Kota Madiun, Minggu (13/5). Bukan nada gembira yang terdengar. Melainkan, sayu sendu karena kehilangan. Sebab, lagu kebangsaan itu sengaja dinyanyikan untuk mengenang kejadian kerusuhan di Mako Brimob dan pengeboman di Surabaya.

Ratusan warga yang mengatasnamakan Komunitas Madiun Cinta Damai hadir dalam aksi damai di kawasan selatan Alun-Alun Kota Madiun. Mereka datang untuk mendoakan para korban meninggal dan terluka.

Aksi damai digelar sejak pukul 19.30 hingga 21.00. Berbagai elemen dan organisasi masyarakat berkumpul untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Di antaranya, Forum Kerukunan Antarumat Beragama (FKUB), komunitas umat gereja, Banser, PSH Tunas Muda Winongo, perwakilan Kodim Madiun, Polres Madiun Kota, dan Pemkot Madiun.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu menuturkan, kegiatan tersebut sebagai bentuk keprihatinan warga Kota Madiun terhadap peristiwa yang terjadi di Mako Brimob dan Surabaya. ‘’Sekaligus wujud belasungkawa terhadap korban meninggal dari dua kejadian tersebut,’’ tuturnya.

Nasrun mengatakan, kegiatan tersebut merupakan aksi spontanitas sebagai sesama warga negara Indonesia yang merasa sebangsa dan setanah air.

Selain menyanyikan lagu Indonesia Raya, para peserta menyalakan lilin serta membagikan bunga dan pita hitam kepada warga yang melintas di sekitar lokasi acara. Mereka juga memanjatkan doa bersama agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan doa bersama Eka Harsono mengatakan bahwa selain sebagai ungkapan belasungkawa untuk para korban, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk dukungan kepada Polri.

Baca juga:   Empat Hal untuk Kampanye Pilwakot Madiun Ini Difasilitasi KPU

“Kami dari berbagai kalangan, berkumpul untuk berbelasungkawa dan mendukung Polri melaksanakan tugasnya menegakkan keamanan NKRI. Jangan dan tidak boleh takut dengan teroris,” tegas Eka.

Mewakili warga Kota Madiun, Eka sangat prihatin dengan dua peristiwa berurutan yang memilukan hati itu. Yakni, di kerusuhan mako Brimob dan pengeboman sejumlah gereja di Surabaya yang menimbulkan banyak korban jiwa dan luka.

Melalui aksi tersebut, Komunitas Madiun Cinta Damai ingin menyerukan dan mengingatkan bahwa warga Kota Madiun cinta damai dan setia menjaga NKRI. Di kota ini pula, masyarakat bisa hidup berdampingan antarumat beragama, suku, dan berbagai golongan lainnya.

Aksi damai di Alun-Alun Kota Madiun juga diwarnai berbagai kegiatan. Antara lain, penandatanganan spanduk ungkapan turut berduka cita dan doa bersama dengan menyalakan lilin yang dipimpin oleh perwakilan tokoh masing-masing agama.

Peserta aksi juga mengajak para pengguna jalan yang melintas di kawasan selatan Alun-Alun Kota Madiun mendukung gerakan tidak takut terhadap teroris. Aksi damai berjalan lancar dan mendapat pengamanan ketat dari anggota Polres Madiun Kota, Kodim Madiun, dan Satpol PP Kota Madiun. (WS Hendro, irs/madiuntoday)

Jaga terus ketertiban dengan selalu mematuhi aturan. Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.