MADIUN – Warga kurang mampu di Kota Madiun yang terdaftar di Kementerian Sosial dipastikan mendapat bantuan secara keseluruhan tahun ini. Baik bantuan pemerintah pusat dengan bantuan pangan non tunai (BPNT) dan program keluarga harapan (PKH) maupun dari pemerintah setempat dengan bantuan pangan non tunai daerah (BPNTD).

Totalnya mencapai 8.276 jiwa. 5.370 di antaranya tercover bantuan pemerintah pusat. Sedang, sisanya ditangani Pemkot Madiun. Warga kurang mampu ini mendapat bantuan beras dan telur. Nominalnya, Rp 110 ribu sebulan selama setahun.

Pencairannya menggunakan sebuah kartu gesek semacam ATM. Masyarakat penerima memegang kartu untuk digesek pada e-warong maupun agen yang telag ditunjuk. Terdapat sepuluh e-warong dan puluhan agen tersebar di 27 kelurahan.

‘’Kartu ini secara otomatis akan diisi pihak bank setiap bulannya. Masyarakat penerima tinggal mendatangi agen maupun e-warong untuk pencairan beras dan telur,’’ kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Madiun Heri Suwartono.

Masyarakat bakal menerima bukti struk setiap kali pencairan. Di dalamnya, terdapat besaran beras dan banyaknya telur serta saldo sisa di dalam kartu. Masyarakat dapat menghabiskan saldo Rp 110 ribu tersebut sekali pencairan atau mencairkan secara bertahap.

‘’Beras dan telur yang didapat tidak pasti. Menyesuaikan harga beras dan telur pada saat pencairan,’’ ujarnya.

Baca juga:   Stop Calo, Ayo Urus Ijin Secara Mandiri

Heri menyebut minimal terdapat satu agen di setiap kelurahan. Artinya, masyarakat penerima tidak perlu kebingungan mencairkan. Pencairan tahun ini bakal dimulai pertengahan Ramadan ini. Masyarakat bakal langsung mendapat saldo dua bulan sekaligus. Yakni, Januari-Februari. Sedang, dua bulan selanjutnya direncanakan menjelang lebaran nanti.

‘’Jatah penerima tetap satu tahun walau program baru dimulai Mei ini. Bulan yang sudah terlewat bakal diberikan sekaligus secara bertahap,’’ ungkapnya sembari menyebut terdapat tiga kali pencairan di semester pertama dan sebulan sekali pada semester berikutnya.

Bantuan sengaja hanya dapat dibelikan beras dan telur. Sebab, dua komoditi ini kerap mengganggu stabilitas keuangan masyarakat. Menjadi kebutuhan utama namun harganya sering kali naik. Terutama saat Ramadan dan menjelang lebaran. Heri berharap kebutuhan beras dan gizi dari telur masyarakat kurang mampu tetap tercukupi.

‘’Prinsipnya bantuan hanya bersifat stimulus. Penerima bantuan diharapkan terus menurun dari tahun ke tahun,’’ pungkasnya sembari menyebut data penerima berasal dari Kementerian Sosial yang selalu diperbarui minimal dua kali setahun. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Jaga terus ketertiban dengan selalu mematuhi aturan. Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.