MADIUN – Ibadah puasa baru juga mulai. Masih ada 29 hari lagi menuju Hari Raya Idul Fitri. Meski demikian, persiapan untuk menyambut hari Lebaran sudah dilakukan warga Kota Madiun sejak sekarang. Salah satunya, menyediakan uang pecahan sebagai hadiah untuk saudara atau kerabat yang masih kecil.

Persiapan uang pecahan itu seperti tampak di halaman Balaikota Madiun, Kamis (17/5). Para Pegawai Negeri Sipil (PNS), karyawan di lingkungan Pemkot Madiun, serta masyarakat umum berjajar rapi di depan mobil keliling Bank Indonesia (BI). Sambil membawa lembaran rupiah, mereka mengantri untuk bisa menukarkan uang.

Sejatinya, penukaran dijadwalkan pukul 10.00. Namun, mobil keliling BI baru tiba di lokasi pukul 10.48. Tentu saja, terik matahari cukup menyengat di jam itu. Meski demikian, para pengantri tetap semangat menunggu giliran meski sedang berpuasa.

Beberapa pengantri berupaya mengurangi sengatan matahari. Ada yang membawa payung. Ada pula yang menutupi kepalanya dengan koran. Petugas BI tampak berusaha melayani dengan cepat. Sehingga, pengantri tidak menunggu terlalu lama.

Baca juga:   Bouqet Bunga, Peluang Bisnis yang Menjanjikan namun Minim Perajin

Berdasarkan surat edaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, layanan penukaran yang disediakan adalah 1 bundel Rp 2 juta untuk pecahan Rp 20 ribu. Kemudian, 1 bundel Rp 1 juta untuk pecahan Rp 10 ribu, 1 bundel Rp 500 ribu ditukarkan dengan pecahan Rp 5 ribu, dan 1 bundel Rp 200 ribu untuk pecahan Rp 2 ribu. ‘’Maksimal penukaran Rp 3,7 juta,’’ jelas Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Kediri sekaligus Kepala Tim kegiatan Beny Wicaksono dalam suratnya.

Pelayanan di halaman Balaikota hanya bisa dimanfaatkan bagi 100 orang pengantri saja. Bagi yang belum kebagian, BI akan kembali membuka layanan yang sama. Namun, dengan waktu dan lokasi berbeda. Selain itu, penukaran uang pecahan juga dapat dilakukan di bank-bank terdekat. (WS Hendro, irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.