MADIUN – Memasuki hari ketujuh Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami penurunan. Namun, hal tersebut rupanya tidak berlaku bagi daging ayam. Hingga saat ini, harga komoditas tersebut masih tinggi.

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kota Madiun Muntoro Danardono memberikan penjelasan. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh tutupnya sejumlah pengusaha ayam di Kota Madiun. ‘’Karena banyak yang tutup, akhirnya ketersediaan di Kota Madiun berkurang,’’ terangnya saat ditemui dalam sidak sejumlah pasar tradisional dan minimarket dengan tim gabungan Pemkot Madiun, Rabu (23/5).

Tutupnya sejumlah pengusaha ayam salah satunya disebabkan oleh lokasi usaha yang dekat dengan pemukiman warga. Kotoran dan bau ayam yang menyengat dianggap mengganggu lingkungan sekitar. Akhirnya, banyak warga yang melayangkan protes.

Muntoro mengungkapkan, sejumlah cara sudah dilakukan dinasnya untuk membantu pengusaha ayam tetap bertahan. Salah satunya, memberikan formula untuk mengurangi bau. Namun, rupanya upaya tersebut kurang berhasil.

Baca juga:   Ingin Menjajal Kerja di Perusahaan Ritel? Inilah Saatnya

Untuk mencukupi kebutuhan pasokan ayam, Kota Madiun mendatangkannya dari daerah lain. Dengan demikian, otomatis jumlah pasokannya kurang. ‘’Karena harus menunggu pasokan dari luar,’’ ujarnya.

Meski begitu, harga telur ayam justru mengalami penurunan. Pada awal Ramadhan, harganya mencapai Rp 25 ribu. Namun, berselang sepekan harganya turun menjadi Rp 21 ribu – 22 ribu. Bahkan, stoknya juga aman di pasaran.

‘’Kebutuhan telur di Kota Madiun cukup banyak, ada 300 ton. Tapi ketersediaan telur ada sehingga harganya bisa turun,’’ paparnya sembari menyebutkan bahwa stok telur juga didatangkan dari daerah lain.

Sementara itu, Tim Satgas Pangan Polres Madiun Kota Iptu Sujarno menegaskan bahwa pihaknya ikut berupaya menjaga stabilitas harga dan mutu bahan pangan yang diedarkan kepada masyarakat. ‘’Kalau ada penyimpangan, akan kami lakukan tindakan hukum,’’ ujarnya.

Sujarno menuturkan, hingga saat ini pihak kepolisian belum menemukan adanya praktek kecurangan atau penimbunan bahan kebutuhan pokok. Selain itu, dia mengklaim bahwa stok di Kota Madiun masih aman. ‘’Kota Madiun relatif aman dan harga semakin turun,’’ tandasnya. (Dhevit, irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.