MADIUN – Menjelang Lebaran, jasa penukaran uang semakin menjamur di Kota Madiun. Hampir di setiap ruas jalan ditemukan orang-orang yang menawarkan lembaran rupiah. Mulai dari perorangan yang membawa uang dalam tas hingga menggelar lapak dengan pick up.

Salah satu penyedia jasa penukaran uang adalah Sujiman. Bahkan, dia mempekerjakan dua sales promotion girl (SPG) untuk menarik pengunjung. Biasanya, mereka menawarkan uang di Alun-Alun Barat Kota Madiun. ‘’Kami gantian, karena buka dari pagi sampai malam,’’ tutur Sujiman saat ditemui, Senin (4/6).

Lapak Sujiman buka sejak pukul 09.00 hingga 22.00. Dia menyediakan uang pecahan mulai Rp 2 ribu sampai Rp 20 ribu. Masing-masing pecahan memiliki jumlah dan nilai uang yang berbeda. Rinciannya, Rp 2 ribu sebesar Rp 200 ribu, Rp 5 ribu sebesar Rp 500 ribu, Rp 10 ribu berisi Rp 1 juta, dan Rp 20 ribu sebesar Rp 2 juta.

Menurut pria yang membuka bisnis penukaran uang sejak 9 tahun itu, uang pecahan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu paling laku terjual. Biasanya, pengunjung lebih banyak berdatangan pada pukul 09.00-11.00 di pagi hari dan pukul 17.00-21.00 pada malam hari.

Baca juga:   Pemilihan Kakang Mbakyu Kota Madiun 2018

Setiap penjualan, pria asli Solo Jebres itu mengambil untung 10 persen. ‘’Kalau sudah dekat Lebaran, bank sudah tutup baru bisa ambil untung lebih banyak,’’ ungkapnya.

Meski demikian, dia mengakui bahwa bisnis penukaran uang sudah tak selaris dulu. Karenanya, Sujiman menyediakan pernik-pernik lain. Misalnya amplop kecil bergambar lucu untuk menempatkan uang yang akan diberikan kepada kerabat maupun tetangga yang masih kecil. (WS Hendro, irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.