MADIUN – Tak terasa libur Lebaran sudah di depan mata. Mulai Senin (11/6), para pekerja dan karyawan sudah memasuki masa cuti bersama. Untuk itu, perusahaan yang belum memberikan hak pegawai diminta untuk segera melakukannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun Suyoto Harjo Wiyono dalam Bimbingan Teknis Jaminan Sosial dan Dialog Ketenagakerjaan di kantornya, Kamis (7/6). ‘’THR diberikan paling lambat H-7 Lebaran,’’ tuturnya.

Tahun ini, Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 15 Juni 2018. Itu artinya, batas akhir pembayaran THR karyawan adalah Jumat (8/6).

Tak hanya itu, Suyoto pun mengimbau kepada pekerja maupun karyawan yang belum menerima THR untuk segera melaporkan kepada Disnaker. Salah satunya melalui nomor kontak hotmail yang disediakan oleh Disnaker.

Lebih lanjut, Suyoto menjelaskan, perusahaan yang tidak memberikan THR setelah melewati batas waktu akan dikenai denda. Yakni, sebesar 5 persen dari jumlah THR karyawannya. ‘’Untuk itu, mari kita berikan hak pekerja kita,’’ tuturnya.

Baca juga:   Benih Faktor Keberhasilan Budidaya

Suyoto menuturkan, THR yang diberikan tepat waktu bukan sekedar memenuhi aturan pemerintah saja. Dia meyakini hal tersebut juga dapat meningkatkan kesejahteraan perusahaan. ‘’Kalau karyawan senang, kerjanya juga lebih semangat,’’ tandasnya. (Dhevit, irs/madiuntoday)

Jaga terus ketertiban dengan selalu mematuhi aturan. Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.