MADIUN – Kuliah di luar negeri bukan sekedar angan-angan. Siapapun bisa melakukannya. Asalkan, keinginan itu juga dibarengi dengan usaha yang kuat. Juga, yang tak kalah penting adalah percaya diri untuk dapat meraih cita-cita.

Hal itulah yang dirasakan oleh Dorin Lida Kusumawardani. Pelajar asli Madiun ini pernah memimpikan untuk tinggal di Amerika Serikat. Karenanya, dia mengikuti seleksi pertukaran pelajar ketika masih duduk di bangku SMAN 1 Madiun. ‘’Sayangnya tidak lolos,’’ kenangnya.

Namun, keinginan itu akhirnya terwujud setelah Dorin menyelesaikan pendidikan sarjana Jurusan Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia terpilih sebagai penerima beasiswa program magister di Missouri University, Amerika Serikat.

Beasiswa yang diselenggarakan oleh Center for International Foresty Research (CIFOR) itu didanai oleh lembaga riset internasional di bidang kehutanan USAID yang berkantor pusat di Bogor. ‘’Saya coba memasukkan berkas dan diwawancarai langsung oleh profesornya yang datang ke Indonesia,’’ tuturnya.

Dalam hati sebenarnya Dorin sempat tidak percaya diri untuk memimpikan kuliah di luar negeri. Tapi, keinginannya untuk bisa ke Amerika Serikat begitu kuat. Diapun terpacu untuk bisa mewujudkan keinginan itu.

Berkuliah di luar negeri memang menghadirkan tantangan tersendiri. Bagi Dorin, hal itu datang dari berbagai aspek. Baik secara personal, akademik, maupun kehidupan sosial. ‘’Rasanya benar-benar keluar dari zona nyaman,’’ ungkap gadis kelahiran 27 Desember 1991 ini.

Meski sudah biasa tinggal jauh dari orang tua sejak kuliah di Bogor, namun iklim Amerika benar-benar berbeda. Salah satunya, dia harus memacu diri untuk lebih berani mengungkapkan pendapat. Apalagi, beberapa mata kuliah menuntutnya untuk melakukan itu.

‘’Awal kuliah saya merasa belum percaya diri. Kemudian, saya banyak membaca dan berdiskusi dengan dosen. Beliau juga menuntut saya untuk banyak bertanya agar saya terbiasa dan berani mengungkapkan pendapat,’’ paparnya.

Tak hanya itu, kehidupan kampus di sana juga menuntut Dorin untuk lebih mandiri. Terutama, dalam menggali topik-topik perkuliahan. Sebelum masuk kelas, para mahasiswa membaca beberapa jurnal untuk dipahami dan dianalisa untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.

Baca juga:   Waspada Peningkatan Potensi Hujan Lebat Dan Gelombang Tinggi di Akhir Pekan

Ketika bertanya pada dosen, mereka biasanya memberikan buku atau jurnal yang berhubungan dengan pertanyaan anak didiknya. Dengan demikian, para mahasiswa dituntut untuk dapat mencari jawaban dan memahami sendiri tentang permasalahan yang ditanyakan sebelumnya.

Berbagai perkembangan yang dicapai anak didik sangat diapresiasi oleh para dosen. Mereka tidak hanya bertanggung jawab untuk hal akademik dan tugas akhir saja. Tetapi juga membimbing para mahasiswanya menjadi pribadi yang lebih profesional ketika lulus dari bangku perkuliahan.

Saat ini, putri sulung pasangan Dhanoe Soepomo dan Tutik Lisaju ini sedang melakukan penelitian berkaitan dengan program Perhutanan Sosial yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Lokasi yang dituju adalah Kapuas Hulu.

Untuk adik-adik kelas yang ingin kuliah di luar negeri, Dorin memiliki beberapa tips. Intinya, jangan pernah takut untuk bermimpi. Persiapkan dengan matang untuk mencapai impian itu. Saat memilih jurusan kuliah, jangan karena iming-iming peluang kerja besar atau bergaji banyak.

‘’Pilih sesuai minat karena itu yang akan menjadikan kita profesional. Semakin kita paham dengan dunia yang kita geluti, maka peluang masa depan itu akan datang dari mana saja,’’ tegasnya.

Kendala apapun, misalnya bahasa, jangan dijadikan beban. Upayakan untuk terus belajar, berlatih, dan rajin membaca. ‘’Ubah yang sukar menjadi pembiasaan sehari-hari,’’ tandasnya.

Dorin berharap, ilmu yang didapatnya dapat berguna untuk menyelesaikan berbagai masalah dan tantangan dunia kehutanan ke depannya. Terutama, bagi bangsa Indonesia. (irs/madiuntoday)

Jangan pernah menyerah untuk menggapai mimpi. Keinginan akan terasa sulit jika tidak dibarengi dengan usaha dan keyakinan untuk dapat mencapainya.

Selain itu yang tak kalah penting adalah jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.