Dua tersangka digelandang di kantor polisi. (wshendro - madiuntoday))

MADIUN – Masyarakat Kota Madiun dihebohkan video amatir penangkapan dua orang tersangka yang diduga melakukan gendam di kawasan mall Plaza Madiun, Rabu (11/7/2018) sekitar pukul 15.30 kemarin. Hari ini, Kamis (12/7/2018), polisi akhirnya menunjukkan batang hidung keduanya. Kapolsek Kartoharjo Kompol Eddy Siswanto menyebut aksi keduanya merupakan tindak pidana penipuan yang terkonsep.

‘’Kedua tersangka memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menyakinkan korbannya. Bukan gendam seperti yang ramai diperbincangkan,’’ katanya saat press release di Mapolsek Kartoharjo.

Hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka yang berinisial TAM, 38, dam AL, 40, tersebut menyakinkan korban dengan menyaru sebagai orang pintar. Keduanya, kali pertama beraksi di kawasan supermarket Carrefour, Jumat 23 Maret lalu. Korbannya, TW, 37, perempuan warga Ngawi yang saat itu tengah belanja bersama anaknya. Korban langsung didekati dengan modus bertanya tempat jual-beli barang antik.

‘’Kedua tersangka memiliki peran masing-masing. Saat beraksi seolah keduanya tidak saling mengenal,’’ ujarnya.

Tersangka TAM yang kali pertama beraksi. Dia mengaku sebagai warga Negara Brunei Darussalam dan tengah mencari tempat menjual barang antik. Tersangka juga menunjukkan surat perjalanan lintas batas (PAS) Imigrasi untuk menyakinkan korban. Begitu korban tertarik, skenario dijalankan. Ubo rampe dikeluarkan. Tersangka memiliki sebuah batu yang disebutnya merah delima dan sebuah rajah Alquran dari Istanbul.

Di saat itu, tersangka AL datang dengan seolah-olah tidak saling mengenal. AL mengaku orang Madiun dan mengetahui tentang barang antik. Termasuk fungsi dan kegunaan merah delima dan rajah yang ampuh untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Padahal, kedua barang tersebut sebenarnya palsu.

‘’Saat korban mulai tertarik, tersangka TAM ini menyebut korban sebenarnya baru saja terkena ilmu gendam. Tersangka juga mengaku dapat menyembuhkan,’’ ungkapnya sembari menyebut korban lantas diajak ke kawasan foodcourt Sun City Mall.

Skenario berlanjut. Tersangka meminta korban melepaskan semua perhiasaan dan menitipkannya kepada anak korban. Terdapat dua buah cincin, sebuah liontin, gelang, dan kalung dengan berat total 42 gram lebih. Ritual penyembuhan memang harus melepaskan terlebih dahulu semua barang berharga yang melekat di badan. Akting dimulai. Tersangka memulai ritual melalui media telur. Saat telur dipecah terdapat rambut di dalamnya. Padahal, telur tersebut sudah disiapkan sebelumnya. Tersangka lantas meminta korban membeli telur lagi sebagai ritual lanjutan. Anak tersangka menunggu bersama perhiasan dan kedua tersangka di tempat kejadian.

Baca juga:   Waspadai Konflik Sosial

‘’Tersangka lantas mengelabuhi anak korban dengan meminta dibelikan air mineral. Namun, tentu dengan meninggalkan semua perhiasan orang tuanya di meja,’’ terangnya.

Cerita selanjutnya mudah ditebak. Saat korban dan anaknya kembali, kedua tersangka sudah tidak berada ditempat bersama perhiasan dan sebuah handphone yang ditinggalkan. Kerugian mencapai Rp 25 juta kala itu.

Bagaimana tersangka tertangkap?

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti jatuh jua. Sukses saat beraksi kali pertama, komplotan tersebut berniat mengulang aksinya, Rabu (11/7/2018) kemarin di kawasan Plaza Madiun. Nahas, korban TW berada di lokasi yang sama saat tersangka tengah mengelabuhi korban lain. Korban yang cukup mengenali tersangka langsung meneriaki. Tersangka langsung ambil langkah seribu. Namun, berhasil diamankan masyarakat. Sial bagi tersangka TAM yang harus mengalami cidera kaki setelah berupaya melompati pagar tak jauh dari lokasi. Tersangka juga sempat mendapat bogem mentah dari masyarakat.

Eddy menyebut komplotan sejatinya beranggotakan tiga orang. Seorang lainnya yang disinyalir otak penipuan berhasil melarikan diri. Pihaknya kini tengah melakukan pengejaran. Hasil pengakuan tersangka, komplotan tersebut baru beraksi dua kali di Kota Madiun. Namun, pernah beraksi di sejumlah daerah lain. Selain itu, tersangka mengaku terdapat komplotan penipuan serupa yang beraksi di sejumlah daerah.

‘’Kasus ini masih dalam pengembangan. Termasuk pengejaran satu tersangka lain yang berhasil melarikan diri,’’ pungkasnya sembari menyebut kedua tersangka merupakan warga Tangerang, Banten. (ws hendro/agi/madiuntoday).

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.