Tony Susanto menyebut Kota Madiun sudah memiliki modal besar menuju smart city dan save city. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Kota Madiun merupakan daerah yang tengah berkembang. Belum sebesar Surabaya. Namun, siap menuju ke sana. Ubo rampenya tengah dipersiapkan kini. Terutama konsep tata kelola pemerintahan berbasis elektronik. Ketua Laboratorium E-Government ITS Tony Susanto menyebut Kota Madiun sudah memiliki modal besar menuju smart city dan save city.

‘’Sampai satu semester tahun ini, Kota Madiun sudah menyiapkan tiga hal sekaligus. Ini merupakan modal penting,’’ kata Tony saat menjadi narasumber Focus Group Discussion E-Goverment dan E-Procurement di lingkungan Pemkot Madiun, Rabu (11/7/2018) kemarin.

Pertama, kata dia, Kota Madiun sudah menerapkan Government Resort Planning (GRP) yang sudah terintegrasi. Artinya, aplikasi e-planning, e-budgeting, dan e-procurement (pengadaan barang dan jasa) di dalamnya sudah terkoneksi satu dengan yang lain. Ini merupakan suatu kemajuan. Sebab, disejumlah daerah ketiga unsur ini masih berjalan secara sendiri-sendiri.

Selain itu, Kota Madiun juga sudah memiliki master plan untuk lima tahun ke depan. Mulai apa yang akan dikerjakan, besaran anggaran, hingga pengelolaannya sudah terencanakan. Ini penting agar perkembangan kota lebih terarah.

‘’Kota Madiun juga memiliki tata kelola yang baik. Mulai SOP hingga jaminan keamanan dalam penerepannya. Prinsipnya sudah memiliki SDM dan infrastruktur yang cukup untuk menuju Kota Madiun yang smart dan save,’’ ungkapnya.

Baca juga:   Dapati Kejadian, Laporin aja pada LAPOR…
Kota Madiun Menuju Smart City, Mungkinkah (wshendro – madiuntoday)

Namun, tentu banyak yang harus disiapkan. Smart city bukan sekedar sistem tata kelola pemerintah yang baik. Namun, harus juga diikuti masyarakatnya. Belum lagi kelengkapan infrastrukturnya. Tony menyebut untuk penunjang tata kelola pemerintahan berbasis elektronik, Kota Madiun membutuhkan 179 aplikasi baru hingga lima tahun ke depan. Artinya, pemkot minimal harus membuat sekitar 35 aplikasi tiap tahunnya. Aplikasi ini bakal digunakan untuk sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, itu baru untuk melengkapi e-government. Smart city, masih banyak lagi yang harus dipersiapkan.

‘’Itu belum termasuk server dan CCTV yang secara hitungan kami sebanyak 190 titik,’’ pungkasnya sembari menyebut butuh payung hukum dan review setiap bulannya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.