Perjuangan Ariqoh Wahyu Armadhani Raih Medali di OSN 2018

MADIUN – Ekonomi sebenarnya bukan mata pelajaran favorit Ariqoh Wahyu Armadhani. Diapun ‘’terpaksa’’ mendalami materi itu karena lolos seleksi pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018. Namun, semakin dipelajari, siswa SMAN 2 Madiun itu semakin jatuh cinta.

‘’Belajar Ekonomi itu bukan belajar tentang uang saja seperti yang dikira orang-orang, tapi belajar tentang manusia, tentang pilihan-pilihan yang memengaruhi kehidupan manusia. Dari situ saya suka Ekonomi,’’ tutur siswa yang saat ini naik kelas XII IIS itu.

Dari pelajaran yang awalnya tidak dia favoritkan itu, rupanya Ariqoh justru berhasil meraih prestasi membanggakan. Yakni, mendapatkan medali perak dalam seleksi tingkat nasional OSN 2018 bidang studi Ekonomi yang terselenggara di Padang, Sumatera Barat 1-7 Juli lalu.

Meski demikian, siswa kelahiran Madiun, 18 Desember 2000 itu sempat tak yakin bisa membawa pulang medali. Namun, dia masih berharap bisa mendapatkannya. Paling tidak medali perunggu. ‘’Pas dibacakan peraih medali perunggu, namaku nggak ada. Sementara, teman dari Surabaya dapat. Dari situ sudah pesimis dan nggak fokus saat pembacaan medali perak,’’ kenangnya.

Namun, tak disangka-sangka panitia menyebutkan namanya di jajaran peraih medali perak. Kegembiraan pun seketika menyeruak di hati Ariqoh. Diapun mengucapkan rasa syukur atas perolehan itu.

Kebahagiaan yang dirasakan putra sulung pasangan Wawan Agung Pribadi dan Sulistyani itu bukan karena berhasil meraih medali saja. Tetapi, dia teringat tentang perjuangannya selama proses seleksi.

Banyak kendala yang harus dilalui Ariqoh. Mulai dari kebijakan panitia seleksi nasional yang tidak memperbolehkan peserta menggunakan kalkulator. Padahal, di seleksi tingkat kota dan provinsi hal itu diperbolehkan.

Selain itu, materi yang keluar pun jauh dari prediksi. Belum lagi proses seleksi yang bersifat computer based test (CBT) itu mengalami gangguan beberapa kali. ‘’Ada sampai 15 kali. Setelah servernya normal, ternyata jawaban yang sudah dikerjakan hilang dan waktunya sudah mepet,’’ ungkap satu-satunya peserta OSN tingkat nasional dari Kota Madiun itu.

Baca juga:   Fulgentius Dio, Lettu Penerbang Termuda Saat Akrobatik Udara Rangkaian Serah Terima

Tak sampai di situ saja, tiga tema makalah yang sudah disiapkan Ariqoh rupanya berbeda dari tema yang diberikan oleh panitia. Diapun harus mengubah isi makalahnya dengan waktu singkat.

Meski mengalami beberapa kendala, Ariqoh tetap berupaya menyelesaikan berbagai tes dengan baik. ‘’Alhamdulillah. Karena ikut OSN ini keinginan dari SMP. Sudah dapat kesempatan, harus dimanfaatkan sebaik mungkin,’’ ujar pelajar yang suka nonton film dan main game itu.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, bukan prestasi saja yang dikejar dalam OSN. Tapi juga kesempatan bertemu pelajar lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia. Meski sempat deg-degan bertemu peserta lainnya yang dia anggap lebih baik darinya, tapi Ariqoh berusaha tenang.

‘’Lawan terberat yang pertama adalah diri sendiri. Pikiran-pikiran negatif yang ada di kepala justru lebih mengganggu persiapan di tingkat nasional. Takut gagal, takut malu-maluin,’’ terangnya.

Dengan prestasi yang diraihnya kemarin, remaja yang bercita-cita menjadi menteri keuangan atau menteri koordinator bidang perekonomian Indonesia ini berharap, bisa lebih berprestasi lagi ke depannya. Juga, dapat lebih bermanfaat bagi dirinya sendiri, orang-orang di sekitarnya, dan Negara Indonesia. (irs, foto : Ariqoh Wahyu Armadhani/madiuntoday)

Nah, itu tadi cerita suka-duka Ariqoh Wahyu Armadhani untuk meraih prestasi di tingkat nasional. Mari kita dukung upaya anak didik bangsa ini agar lebih semangat dan termotivasi untuk terus dapat meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.