Semula dia ditawari oleh guru sekolahnya untuk berlatih senam lantai. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Gerakan melompat, berguling, bertumpu pada tangan atau kaki, hingga split sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Ary Nindya Kuswara. Sejak kelas II SD, siswi SDN 01 Klegen itu telah menjadi atlet senam lantai. Bahkan, dia berhasil meraih prestasi dari olahraga yang ditekuninya sejak empat tahun lalu itu.

Nindya, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa semula dia ditawari oleh guru sekolahnya untuk berlatih senam lantai. Cabor tersebut selama ini memang menjadi salah satu ekstrakurikuler di sekolah yang terletak di dekat Stadion Wilis itu. ‘’Katanya badan saya lentur, makanya diajak latihan,’’ tutur siswi yang saat ini duduk di bangku kelas VI itu.

Setelah dilakukan latihan secara rutin, Nindya pun semakin mahir. Sejak kelas II, dia sudah menjajal untuk ikut perlombaan. Yakni, Pekan Olahraga tingkat Kota (Porkot) Madiun. Namun, saat itu kemenangan belum berpihak kepadanya.

Tak putus asa, bungsu 2 bersaudara itu kembali berlaga di ajang yang sama satu tahun berikutnya. Sejak saat itu, dia selalu langganan menjadi juara pertama dalam kompetisi senam lantai di Porkot Madiun. ‘’Pernah juga ikut POR SD sejak kelas III sampai kelas V. Tapi menang sekali pas kelas V dapat juara 3,’’ ungkapnya.

Baca juga:   Sedang Gladi Kotor HUT, Petugas Damkar Tetap Siaga Bantu Masyarakat

21 Juli lalu, Nindya mengikuti ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Jawa Timur. Dari perlombaan tersebut, bocah kelahiran Madiun 17 Februari 2006 ini berhasil membawa pulang juara harapan I.

Setelah ini, masih banyak kejuaraan yang akan diikuti oleh Nindya. Meski demikian, prestasi bukan satu-satunya hal yang ingin diraihnya dalam olahraga senam lantai. Nindya mengaku, banyak manfaat yang dirasakannya setelah menjalani latihan selama ini. ‘’Lebih lentur, sehat, dan bisa melatih otot-otot supaya kuat,’’ ujarnya.

Untuk menjaga tubuh agar tetap bugar, Nindya selalu tak lupa untuk berlatih gerakan dasar di rumah. Selain itu, menghindari konsumsi es berlebih dan makanan pedas. Baik ketika akan lomba maupun dalam kehidupan sehari-hari. ‘’Semoga bisa semakin berprestasi di tingkat yang lebih tinggi lagi,’’ tandasnya. (WS Hendro, irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.