MADIUN – Sweet seventeen biasanya menjadi momen yang spesial bagi anak muda. Tak terkecuali yang dirasakan oleh Ar Ribath Diin Nikhmah. Perayaan hari lahir itu bertepatan ketika dirinya mengikuti kegiatan Belajar Bersama Maestro (BBM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Alhasil, dia mendapat kejutan dari sang maestro Ki Manteb Soedharsono dan keluarga.

Kegiatan BBM 2018 berlangsung 2-15 Juli lalu. Sedangkan, Ribath bertambah usia pada 11 Juli. Tak ada yang berbeda kala hari jadinya berlangsung. Dia dan teman-teman tetap melakukan kegiatan seperti biasanya di rumah sang maestro di Solo, Jawa Tengah.

Namun sehari setelahnya, suasana berbeda dari hari biasanya. Pukul 05.30, Ribath sudah siap menerima materi hari itu. Sambil menunggu kegiatan dimulai, dia memainkan gamelan yang ada di pendapa rumah sang maestro. Karena masih pagi, diapun ditegur oleh salah seorang pengajar. ‘’Nanti dimarahin Pak Manteb lo,’’ ujarnya menirukan omongan sang pengajar.

Dari situ, siswi Kelas XII IPS 1 SMAN 6 Madiun ini langsung deg-degan. Dia takut hal yang dilakukannya di pagi hari itu merupakan suatu kesalahan yang dapat membuat pria yang dikenal sebagai dalang profesional itu marah.

Tak sampai di situ saja, seharian teman-temannya juga tampak kesal pada gadis yang menekuni karawitan sejak kelas 4 SD itu. Bahkan, Suwarti –istri Ki Manteb- juga menunjukkan sikap berbeda hari itu.

Menjelang makan malam, teman-teman memanggil dan memintanya pergi ke ruang tamu. Di sana, sudah ada piring-piring yang ditata berjajar. Ribath pun bertanya kepada Suwarti. Namun, istri Ki Manteb itu menjawab sedikit ketus. ‘’Kalau mau ikut, bantu-bantu saja. Tidak usah banyak tanya,’’ kata Suwarti. Sambil deg-degan, diapun menuruti saja.

Namun, tak disangka rupanya sikap tak enak yang diterimanya seharian sudah dirancang sedemikian rupa oleh keluarga Ki Manteb dan teman-temannya. Malam itu, mereka merayakan hari ulang tahun Ribath dengan gembira. ‘’Nggak menyangka dapat kejutan itu,’’ ungkap sulung 2 bersaudara pasangan Suyoto Hadi dan Nurul Miranti ini.

Baca juga:   Kejari Kota Madiun Ajak Remaja Melek Hukum Melalui JMS

Tak hanya kejutan ulang tahun, kegiatan BBM Ki Manteb Soedharsono menyisakan banyak pengalaman berharga bagi sinden grup karawitan Muda Budaya itu. Terutama, ilmu lebih dalam mengenai karawitan dan sinden. Salah satunya, cara mengolah pernafasan saat menyanyi dan menentukan nada yang selaras. Dia juga belajar gending-gending ciptaan Ki Manteb.

Satu pesan yang disampaikan Ki Manteb kepadanya adalah Ribath harus menularkan ilmunya kepada teman-teman. Tidak boleh pelit ilmu. ‘’Kalau ada yang bertanya, harus dijawab supaya ilmunya bisa ditularkan ke orang lain juga,’’ tuturnya.

Hal tersebut mengingat kesempatan untuk bisa mengikuti kegiatan BBM cukup selektif. 2018 ini, ada 3.500 pelajar SMA/SMK sederajat di seluruh Indonesia yang mengikuti seleksi program tersebut. Namun, hanya 300 orang saja yang terpilih. Sementara, siswa yang memilih Maestro Ki Manteb ada 350 orang dan hanya terpilih 15 peserta saja. Ribath salah satunya.

2017 lalu sebenarnya Ribath pernah mendaftarkan diri di program yang sama. Namun, pada saat itu dia belum berhasil lolos karena kurang persiapan. Satu tahun berikutnya, diapun mencoba lagi dan tak disangka berhasil lolos meski persiapannya sangat mepet.

Ke depan, Ribath ingin lebih mengembangkan diri di bidang seni karawitan. Terutama, sebagai sinden. Juga, belajar alat musik yang lainnya agar semakin mahir. Dia juga berpesan kepada generasi muda untuk tetap semangat mencapai tujuannya. ‘’Kalau sudah punya bakat, terus diasah secara profesional. Sesuatu yang dilakukan secara profesional akan membuahkan hasil yang baik,’’ tandasnya. (irs, foto : Ar Ribath Diin Nikhmah/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.