Peserta pawai wajib menggunakan atribut bertemakan lingkungan. Salah satunya, topi dan selendang dari rangkaian daun. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Lingkungan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Pemahaman tentang lingkungan perlu diberikan sejak dini. Harapannya, anak-anak dapat memahami dan menghargai lingkungan sekitar dan turut menjaganya kelak.

Pembelajaran tentang lingkungan ini tidak harus di dalam kelas. Seperti yang terlihat di SDN 02 Mojorejo. Pembelajaran dikemas apik dalam sebuah pawai bertema lingkungan. Peserta didik tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah. Namun, juga lingkungan sekitar.

‘’Pendidikan dewasa ini memang berbasis lingkungan. Salah satunya, diwujudkan dalam adiwiyata. Tetapi kami ingin anak-anak juga lebih mengenal lingkungan sekitarnya,’’ kata Kepala SDN 02 Mojorejo Sri Mugi Lestari disela Pawai Lingkungan, Jumat (10/8/2018).

Anak didik, kata dia, tidak hanya dikenalkan lingkungan sekitar. Namun, juga mengenalkan lingkungan kepada masyarakat. Peserta pawai wajib menggunakan atribut bertemakan lingkungan. Salah satunya, topi dan selendang dari rangkaian daun. Selain itu, mereka juga menyanyikan yel-yel sepanjang rute. Yel-yel tentu juga bertemakan lingkungan. Tak heran, gelaran kian menarik.

‘’Sebagian anak-anak juga ada yang mengusung tema budaya. Mulai kesenian reyog, bela diri, dan lainnya. Sejumlah kesenian itu memang menjadi ekskul kami,’’ terangnya.

Baca juga:   Rangkaian PPDB TK, SD, SMP Jalur Prestasi Mulai Besok

Mugi mengapresiasi kepedulian wali murid. Mulai turut menyiapkan atribut pawai, banner, hingga yel-yel. Pendidikan, lanjutnya, menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah dengan pihak sekolahnya. Namun, juga masyarakat sebagai wali muridnya. Kolaborasi apik ini terus digelorakan di Kota Madiun.

‘’Keterlibatan masyarakat dalam pendidikan ini penting. Terutama dalam pembentukan karakter siswa. Kami terus berupaya meningkatkan kolaborasi ini,’’ ujarnya sembari menyebut pawai merupakan rangkaian Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Moduta -singkatan SDN 02 Mojorejo-.

Rangkaian kegiatan peringatan dimulai, Kamis (9/8/2018). Kegiatan mulai lomba membuat cerita tentang sekolah, menggambar bertema sekolah, dan kolase bertemakan lingkungan. Kegiatan berlanjut besok dengan kegiatan pentas seni, bazar, dan donor darah. Mugi menambahkan pentas seni bakal diisi dari peserta didik yang terlibat dalam ekskul. Mulai keyboard, seruling, pianika, dan beberapa lainnya.

‘’Dengan memahami arti penting lingkungan, anak-anak diharap dapat menghargai kehidupan dan terus menjaga lingkungan,’’ pungkasnya sembari menyebut kegiatan dipastikan tidak mengganggu jalannya belajar-mengajar. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.