Lomba makan biskuit tanpa menggunakan tangan. (dhevit - madiuntoday)

MADIUN – Sepekan menjelang hari H, euforia HUT Kemerdekaan RI mulai terasa. Pernak-pernik khas 17-an mulai terpasang di sejumlah lokasi. Kegiatan yang berkaitan dengan momen sakral itupun mulai digelar. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh BEM Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kota Madiun.

Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun, para mahasiswa menggelar lomba-lomba di halaman kampus, Kamis (9/8). Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 itu diisi dengan tiga lomba. Yakni, lomba makan kerupuk, makan telur asin, lomba makan biskuit, dan lomba membawa kelereng dengan sendok.

Peraturan lomba tak semudah yang dibayangkan. Lomba makan kerupuk, misalnya. Panitia mengikatkan tali yang terhubung dengan kerupuk di kaki peserta. Untuk bisa memakan kerupuk, mereka harus mengangkat kakinya tinggi-tinggi. Sehingga, ujung yang ada kerupuknya bisa turun dan dimakan. ‘’Tidak boleh pakai tangan ya,’’ ujar salah seorang panitia.

Tantangan semakin sulit ketika panitia menggoyangkan tali dan membuat kerupuk semakin sulit dijangkau. Para peserta pun harus beradu agar bisa cepat menghabiskan kerupuk dan memenangkan lomba.

Baca juga:   Mencuci Bendera untuk Menularkan Semangat Nasionalisme

Lomba berikutnya yang tak kalah menantang adalah makan telur asin. Sebelum melahap empat butir telur asin, peserta harus menghabiskan dua gelas air mineral. Otomatis, perut sudah terisi penuh sebelum menyantap telur.

Kemudian, untuk lomba makan biskuit peserta harus bisa menggerakkan kue kering yang ada di dahinya hingga ke mulut dengan gerakan wajah. Peserta yang berhasil memakan biskuit sampai habis dinyatakan sebagai pemenang.

Sedangkan, lomba terakhir adalah membawa kelereng dengan sendok. Para peserta yang kelerengnya jatuh harus memulai dari awal.

Penonton pun bersorak sambil menyaksikan perlombaan. Tak sedikit yang menyerukan nama peserta favoritnya masing-masing. Teriakan kegembiraan langsung menyeruak ketika peserta andalannya dapat menyelesaikan lomba dengan cepat.

Pembina BEM STAINU Farid Syaiful Hidayat menuturkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu cara memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Juga, sebagai upaya meningkatkan kekompakan BEM STAINU dan seluruh warga kampus di Jalan Panglima Sudirman itu. ‘’Harapannya, ke depan para mahasiswa tidak hanya kompak dalam kegiatan kampus, tapi juga kompak membangun negara,’’ ujarnya. (Dhevit, irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.