Mengingatkan teman-teman yang tidak tahu atau kurang peduli jika ada sampah di dekatnya. (dhevit - madiuntoday)

MADIUN – Bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat dimulai. Para siswa pun berhamburan keluar kelas. Ada yang menuju halaman sekolah untuk bermain. Ada pula yang pergi ke kantin untuk mengisi perut.

Tak terkecuali Rizky Agung Dwi Ananda. Saat sedang asyik berjalan ke arah kantin, tiba-tiba tiga orang teman mencolek bahunya sambil bernyanyi. ‘’Doel..Doel apa ya? Doel..Doel apa ya?’’ seru mereka bersamaan.

Mendengar irama itu, Rizky otomatis menoleh kanan kiri depan belakang. Dia mencari benda yang dimaksud oleh teman-temannya. Ternyata, tak jauh dari tempatnya berdiri ada sampah bekas minuman plastik yang tergeletak di jalan. Ahaa..

Dengan sigap, Rizky langsung mengambil sampah itu. Bersama teman-temannya, dia menghampiri tempat sampah terdekat. Setelah membuang sampah, Rizky pun mencuci tangannya dengan sabun. Kemudian, berjalan ke kantin bersama teman-temannya.

Ya, panggilan Doel diikuti irama lagu itu memang sudah menjadi kebiasaan siswa-siswi di SDN Patihan. Tujuannya, mengingatkan teman-teman yang tidak tahu atau kurang peduli jika ada sampah di dekatnya. Dengan seruan itu, otomatis mereka akan segera mencari dan membuang sampah pada tempatnya.

Kepala SDN Patihan Sunyoto menuturkan, inovasi tersebut dinamakan Si Doel Sekolah. Merupakan akronim dari Inisiatif Kepedulian Lingkungan Sekolah. Inovasi ini juga melengkapi kampanye yang digaungkan sekolah. ‘’Yakni, tidak boleh ada sampah pada jarak satu meter di depan, belakang, kanan, dan kiri dari tempat anak berdiri,’’ ujarnya.

Baca juga:   Fano, Atlet Taekwondo Cilik Berbakat Kota Madiun

Program Si Doel Sekolah sudah berlangsung sekitar satu tahun di sekolah tersebut. Seluruh siswa pun sudah paham. Bahkan, kegiatan membuang sampah menjadi lebih menyenangkan karena inovasi tersebut. Sebab, bisa dilakukan sambil bermain.

Dengan program Si Doel Sekolah, Sunyoto berharap hal ini dapat menjadi pemacu bagi siswa-siswi untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, menjaga area sekolah terbebas dari sampah. Juga, mendukung kegiatan adiwiyata mandiri sekolah. ‘’Dimulai dari sekolah dulu, kemudian diterapkan ke lingkungan tempat tinggalnya dan di masyarakat,’’ imbuhnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.