kebakaran terjadi di daerah Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Suasana di garasi Damkar Satpol PP Pemkot Madiun riuh siang itu. Sejumlah pelajar tingkat SMP tengah berada disana. Sosialisasi tentang Satpol PP dan Damkar memang rutin dilakukan. Sejumlah petugas menjadi narasumber. Sejumlah lain tengah santai menunggui. Suasana seketika berubah ketika seorang warga datang dengan wajah panik. Benar saja, kebakaran terjadi di daerah Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

Sejumlah petugas sempat saling berpandangan ketika laporan datang. Maklum, kebakaran bukan di wilayah Kota Madiun. Galau. Etika dan panggilan hati beradu. Seperti biasa, panggilan hatilah yang menang. Satu regu pemadam bersama satu unit mobil damkar dan mobil suplai air akhirnya berangkat tanpa menunggu lama. Tak lewat lima menit perjalanan, petugas sampai di lokasi. Sebuah kandang kambing di belakang rumah terbakar. Si jago merah berhasil dijinakkan lima belas menit setelahnya.

‘’Sering mendapat laporan dari daerah lain. Memang ada pikiran tidak enak hati. Tapi yang namanya sudah panggilan hati, etika urusan belakangan,’’ kata Kasi Damkar Satpol PP Anang Dwi Sulistyanto usai pemadaman, Jumat (14/9/2018).

Kebakaran di kandang kambing Ibu Konari tersebut cukup membuat panik. Sebab, dekat dengan perumahan penduduk. Kandang juga dekat dengan rimbunan pohon bambu. Masyarakat sudah melakukan tindakan awal dengan alat seadanya. Penanganan awal langsung pada bagian yang dekat dengan bangunan lain. Harapannya, agar kebakaran tidak meluas. Baru setelahnya titik-titik api lain. Pekerjaan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Petugas pantang pulang sebelum api padam.

Baca juga:   Jalin Sinergitas, Danlanud Gelar Malam Ramah Tamah

‘’SOP pemadaman sama. Kami tidak pernah membeda-bedakan penanganan. Apakah itu di Kota Madiun atau di luar daerah,’’ ujarnya.

Petugas Damkar Kota Madiun bukan kali ini menangani kebakaran di luar daerah. Terutama di wilayah Kabupaten Madiun sebagai daerah terdekat. Mulai daerah Kecamatan Jiwan hingga Dolopo. Namun, koordinasi selalu dilakukan. Paling tidak melalui via telepon. Bagaimanapun juga, kebakaran merupakan wilayah orang. Mereka juga memiliki petugas dan sarana-prasarana pemadaman kebakaran. Petugas yang bersangkutan biasanya juga langsung menyusul. Kadang juga tidak datang kalau kebakaran skala kecil.

‘’Memang seharusnya penanganan dilakukan petugas diwilayah masing-masing. Tapi kalau ada laporan dan kami bisa datang lebih dulu mengapa harus menunggu. Ini merupakan panggilan jiwa,’’ ujarnya.

Kesiagaan, kata dia, memang wajib. Bahkan, saat sedang patroli atau harus tugas keluar daerah selalu bawa damkar. Tentu hanya untuk daerah sekitar. Tujuannya mulia, agar selalu dapat memberikan pelayanan dimanapun tempat kejadian perkara.

‘’Prinsipnya tugas memadamkan kebarakan adalah panggilan jiwa. Dimanapun kejadiannya kalau berada di sekitar lokasi harus langsung memberikan tindakan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dan jauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.