Minimalkan Sengketa Tanah, Jokowi Genjot Program Sertifikasi

Di Posting Oleh madiuntoday

6 November 2017

MADIUN – Sengketa lahan di Kota Madiun dan sekitarnya bakal semakin terminimalkan ke depan. Presiden Joko Widodo menginstruksikan program sertifikasi lahan yang dimiliki masyarakat. Bahkan, Jokowi menargetkan Provinsi Jawa Timur bebas lahan tanpa sertifikat di 2023 mendatang. Itu disampaikan langsung Jokowi saat penyerahan sertifikat tanah di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun, Senin (6/11).

”Dari Sabang sampai Merauke, sengketa tanah menjadi masalah. Ini harus segera tersolusikan. Makanya, sertifikasi tanah terus dilakukan,” kata Presiden Jokowi.

Tidak tanggung-tanggung, Presiden ke-7 RI tersebut menargetkan lima juta sertifikat tahun ini. Pun, terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Beliau menargetkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) menerbitkan tujuh juta sertifikat tahun depan. Sebab, terdapat puluhan juta tanah yang belum tersertifikatkan di seluruh Indonesia. Tak heran, rawan sengketa. Baik antar sesama masyarakat, masyarakat dengan lembaga swasta maupun pemerintah hingga antar lembaga.

”Ini (sertifikat) merupakan hak hukum, tanda bukti yang sah. Kalau sudah pegang ini bisa tenang. Ini langkah meminimalkan sengketa,” ujarnya sembari menyebut sudah ada 8.950 sertifikat yang diterbitkan secara gratis hingga kini.

Kesempatan itu juga digunakan Jokowi untuk meningkatkan rasa nasionalisme. Masyarakat diminta memahami keanekaragaman Negara Indonesia. Indonesia, kata beliau, merupakan negara yang besar. Jokowi berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi di tahun politik yang sebentar lagi berlangsung. Masayrakat diminta tetap menjaga persatuan dan kerukunan. Perbedaan dalam tahun politik merupakan hal biasa. Tidak perlu disikapi mendalam setelah tahun politik terlewat. Masyarakat diminta kembali seperti biasa.

”Jangan mau dikompori. Setelah memilih ya sudah. Harus kembali rukun. Kembali menjag persatuan. Yang berpolitik biar berpolitik,” tegasnya.

Menteri Agraria & Tata Ruang RI Sofyan A. Djalil menyebut sudah ada ribuan sertifikat yang dikeluarkan untuk Madiun dan sekitarnya. Di antaranya, lima ribu sertifikat di Kabupaten Madiun, 2.500 di Ngawi, 1000 di Magetan, dan 200 di Kota Madiun. Sertifikasi bakal terus dilakukan. Sejalan dengan presiden, Pihaknya menargetkan 100 persen sertfikasi tanah di Jawa Timur pada 2023 mendatang.

”Prinsipnya sertifikasi terus kami lakukan,” ujarnya sembari meminta masyarakat aktif bekerja sama.

Artikel Terkait

Gowes Empat Kelurahan, Wali Kota Senam Bersama Lansia

Gowes Empat Kelurahan, Wali Kota Senam Bersama Lansia

MADIUN - Agenda Wali Kota Madiun Maidi untuk menghadiri Senam Lansia terus berlanjut. Seperti pada kegiatan orang nomor satu di Kota Pendekar itu pada Sabtu (21/5). Diawali dengan gowes dari kediamannya di Jalan Merpati, wali kota menuju empat lapak UMKM kelurahan...