Fakom Kampanyekan Hak Anak Melalui Ajang Kreatifitas di CFD

Di Posting Oleh madiuntoday

11 Desember 2017

MADIUN – Anak-anak berhak hidup. Artinya, berhak mendapatkan hak untuk mencapai status kesehatan setinggi-tingginya. Selain itu, anak berhak tumbuh dan berkembang. Tumbuh tidak hanya menjadi besar. Namun, meliputi segala bentuk pendidikan dan hak untuk mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral, dan juga sosial. Sayang, hak-hak anak ini masih seringkali terabaikan.


Forum Anak Kota Madiun (Fakom) dibawah naungan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Perlindungan Anak (PA) getol mengkampanyekan hak-hak anak ini. Tujuannya, agar anak-anak Kota Madiun mendapatkan hak-haknya secara utuh.

“Setiap anak memiliki potensi dan bakat masing-masing. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mewadahi potensi dan kreatifitas itu, “ kata ketua Fakom Vegan Lillian Rahmat disela kegiatan forum anak di ajang Car Free Day (CFD), Minggu (10/12).

Berbagai kegiatan digelar. Mulai senam, dai cilik, musik akustik, fashion show, hingga puisi berantai. Kegiatan semakin menarik dengan pembagian doorprize hingga kuis. Pengunjung CFD dilibatkan. Tentu pengunjung anak-anak. Ada yang bernyanyi hingga tanya jawab. Tak heran, cukup menarik perhatian pengunjung CFD. Bahkan, beberapa di antaranya menyempatkan berhenti untuk melihat lebih dekat kegiatan Fakom kali kedua ditahun ini tersebut.

“Kami juga mengadakan pelatihan. Salah satunya membatik langsung ditempat industri. Kegiatan diharap menambah nilai positif sekaligus menjauhkan dari hal-hal negatif, “ ujarnya.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Hak Anak Dinsos PP dan PA Kota Madiun Sri Mahendra Data menyebut anak-anak juga berhak untuk berpartisipasi. Artinya, anak berhak untuk mengatakan pendapatnya. Selain itu, mereka juga berhak mendapat perlindungan. Meliputi perlindungan terhadap tindak kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan penelantaran. Sosialisasi terkait, kata dia, ini penting dan perlu. Sebab, masih sering terjadi kasus yang melibatkan anak-anak.

“Masyarakat harus dipahamkan akan hak anak-anak ini. Mereka itu kan lemah tetapi seringkali mendapat perlakuan diluar kewajaran, “ ungkapnya.

Selain mengkampanyekan hak anak, kegiatan diharap dapat mengembangkan potensi anak. Pemkot, lanjutnya, terus berupaya memberikan fasilitas yang dibutuhkan. Salah satunya, dengan memberikan wadah ajang penyaluran bakat dan minat mereka. Berbagai lomba anak digelar. Selain itu, pemenuhan fasilitas layak anak diberbagai pelayanan umum juga genjar dilakukan. Mulai sekolah, puskesmas, hingga perkantoran. Tak heran, jika Kota Madiun meraih predikat kota layak anak tahun ini.

“Pemenuhan ini terus dilakukan agar predikat kota layak anak dapat dipertahankan dan berharap semakin ditingkatkan tentunya, “ pungkasnya sembari menyebut terwujudnya anak-anak Kota Madiun yang aktif, kreatif, inovatif, dan bercakrawala luas dalam demokrasi serta berbudi pekerti sebagai visi Forum Anak.

Nah itu guys, setiap anak memiliki hak-hak yang harus dipenuhi. Sebab, mereka aset masa depan. Jangan dinodai dengan tidak memperlakukan sebagai mana mestinya. Bahkan, pelanggaran terhadap hak anak dapat berujung pidana lantaran diatur dalam undang-undang. Jadi, lindungi aset masa depan negara ini dengan memberikan hak-hak mereka ya. Tetap jaga kesehatan dengan rajin berolahraga, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan hindari narkoba, miras, serta rokok ya. Hindari kegiatan negatif dan jadilah aset yang berkualitas.

Satu lagi guys, taati peraturan dan jadi warga negara yang baik. Salah satunya, taati pajak dan cukai. Sebab, keduanya merupakan sumber pemasukan negara. Bahkan, sebagian pemasukan dari cukai peruntukannya dikembalikan kepada masyarakat. Mulai untuk pembangunan infrastruktur, pelatihan, lomba, dan pameran. So, jadi masyarakat yang bijak dengan taat pajak dan cukai ya guys. (agi/diskominfo).

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!