PLM Segera Teken Kontrak dengan Pemkot

Di Posting Oleh madiuntoday

19 Desember 2017

MADIUN – Pemanfaatan aset bangunan eks Pasar Raya Sri Ratu oleh PT Sri Tananya Megatama (STM) memasuki babak baru. Perjanjian kontrak perusahaan yang bermarkas di Semarang itu dengan Pemkot Madiun mulai disiapkan. Penandatanganan kontrak direncanakan dalam waktu dekat ini.

‘’Sebagai pemenang lelang, perusahaan wajib segera menindaklanjuti dengan perjanjian kontrak. Rapat hari ini dalam rangka itu,’’ kata Kabid Akuntasi dan Aset BPKAD Kota Madiun Sidik Muktiaji, Selasa (19/12).

Masa kontrak PT STM atas pemanfaatan aset pemkot yang digunakan sebagai mall Pasar Raya Sri Ratu memang sudah habis. PT STM memenangi kembali lelang pemanfaatan bangunan beberapa waktu lalu. Namun, perusahaan berencana menggunakan nama baru. Yakni, Plaza Lawu Madiun (PLM). Sidik menyebut pemenang lelang wajib menyodorkan draf perjanjian kerja sama pemanfaatan (KSP) setelahnya. Ini penting lantaran di dalamnya terdapat rancangan anggaran biaya (RAB) dan gambar rencana konstruksi bangunan. PT STM memang berencana menambah satu lantai. Rencananya sebagai gedung bioskop.

‘’RAB dan gambar rencana bangunan ini merupakan usulan sepihak dari pemenang lelang. Kami harus melihatnya dulu. Apakah duit sebesar Rp 31 miliar lebih itu sudah tertanam dalamnya,’’ ujarnya.

Bukan hanya itu, pemenang lelang wajib memenuhi sejumlah persyaratan sebelum tanda tangan dilakukan. Salah satunya, pembayaran kontribusi tetap sebesar Rp 1,25 miliar setiap tahunnya. Ini sesuai dengan perjanjian. Bahkan, pemenang lelang bakal menambah besaran kontribusi tetap sebesar lima persen setiap lima tahunnya. Duit ini, kata dia, belum dibayarkan sampai sekarang. Padahal, waktunya sudah mepet mengingat batas waktu akhir penandatangan kontrak 4 Januari mendatang. Pembayaran harusnya sudah dilakukan minimal tujuh hari dari batas akhir penandatangan.

‘’Ini yang terus kami tekankan kepada pemenang lelang. Ini penting karena sudah tertera dalam perjanjian,’’ imbuhnya sembari menyebut pemenang lelang juga wajib memberikan profit sharing sebesar 7,5 persen setiap tahunnya.

Kepala Cabang PT Sri Tananya Megatama Anderas Nugroho mengaku pembayaran kontribusi tetap sedang dalam proses. Pembayaran membutuhkan waktu. Sebab, budgeting di 2017 sudah selesai. Artinya, butuh budgeting baru. Pihaknya tengah mengupayakan itu. Sedang, terkait sejumlah catatan yang muncul, Andreas mengaku bakal segera melaporkan kepada pimpinan.

‘’Jadi biar sama-sama jalan. Apalagi pemkot sudah memberikan banyak kemudahan. Bahkan, tadi proses perijinan mulai IMB amdal lingkungan, dan lalin bakal diproses secara parallel,’’ terangnya.

Itu guys, progres Plaza Lawu Madiun. Bagi kalian yang suka nongkrong di mall, wajib pantengin terus progresnya pembangunannya. Sekedar info, bakal ada bioskop kelas wahid di PLM. Jangan sampai kelewatan ya. PLM rencananya bakal soft opening sekitar November 2018 nanti. Bakal makin banyak mall di Kota Madiun. Seru dan menarik pastinya. Jaga terus kesehatan ya. Hindari narkoba, miras, dan rokok. Bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal ya. Rokok illegal tidak membayar cukai yang merupakan salah satu sumber pendapatan negara. Sebaliknya, membeli rokok bercukai berarti turut berkontribusi pada negara. So, jadi pembeli yang bijak ya. (agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!