Rangka Besi di Median Jalan Perempatan Tugu Bakal Jadi Taman. Hah, Kok Bisa?

Di Posting Oleh madiuntoday

20 Desember 2017

MADIUN – Hallo guys, beberapa hari belakangan banyak yang bertanya tentang pembangunan di median jalan perempatan tugu alias median di Jalan Pahlawan ujung selatan. Sebagian pasti sudah mengetahuinya. Admin juga sudah menjawab di kolom komentar. Yaps, benar sekali, rangka besi yang tengah dikerjakan itu bakal dijadikan vertical garden alias taman yang didesain ke atas. Nah, seberapa besar sih progresnya?

 

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto menyebut pengerjaan sudah mencapai 70 persen lebih. Rangka besi dengan panjang sepuluh meter dan tinggi 2,5 meter itu sudah memasuki tahap akhir. Sejumlah tanaman bakal menghiasai rangka besi tersebut. Bukan tanaman merambat. Namun, tamanan dalam pot-pot cantik. Jumlahnya mencapai puluhan. Sebagian merupakan tanaman berbunga. Sebagian lain, tanaman yang memiliki keindahan daunnya. Pastinya cantik, menarik, serta sedap dipandang mata.

‘’Ini untuk penyegaran saja. Juga diharap bisa sedikit menyejukkan pandangan sambil menunggu lampu traffic light,’’ ungkapnya sembari menyebut dulunya median berisi tanaman dengan pot besar serta replika tugu adipura.

Apakah tidak menggangu pandangan pengendara? Soeko cepat-cepat menampiknya. Sebab, pembangunan taman vertikal itu sudah diperhitungkan. Pihaknya sengaja mengosongkan tiga tingkat rangka dari bawah. Artinya, tanaman hanya ada dibagian atas. Tiga tingkat rangka dari bawah sengaja tanpa tanaman. Tiga tingkat itu dinilai sudah melebihi pandangan pengendara. Taman, kata dia, diharap memberikan warna baru tetapi tidak mengurangi unsur keselamatan pengendara lantaran berada di tengah jalan.

‘’Prinsipnya sudah kami perhitungkan. Memang ada pertanyaan tentang itu. Taman pastinya akan terus kami perbaiki hingga dirasa sudah pas,’’ ungkapnya.

Soeko menambahkan, taman tidak perlu disirami setiap hari. Air untuk menyirami bakal diputar dengan menggunakan mesin. Seperti aquarium. Dibagian bawah sengaja dibuat semacam tandon air. Air lantas disedot ke atas untuk menyirami sejumlah tanaman. Air sisa bakal mengalir ke tandon lagi. Konsep ini sengaja diusung agar tidak menggangu pengendara. Penyiraman secara manual dikhawatirkan mengganggu pengendara serta membutuhkan waktu.

‘’Taman ini berada dijalur lalu lintas padat. Kami harus memikirkan efisiensi waktu serta kenyamanan dan keselamatan pengendara,’’ pungkasnya.

Gimana guys, sudah lebih jelaskan tentang taman vertikal di median perempatan tugu. Sekarang memang belum terlihat hasilnya. Tunggu sebentar lagi. Taman dipasikan sudah dapat dinikmati saat libur Natal dan Tahun Baru nanti. Eit, jangan lupa untuk sama-sama dijaga ya kalau sudah jadi. Taman ini merupakan milik umum, milik bersama. Semua orang berhak menikmati manfaatnya. Jangan dirusak ya demi Kota Madiun yang lebih bagus dan indah.

Satu lagi guys, hati-hati berkendara di jalan raya. Apalagi pada jalur padat lalu lintas. Wajib terus waspada. Selain itu, hati-hati beli rokok bagi yang merokok. Jangan beli rokok illegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu, atau berpita cukai rokok lain. Sebab, merugikan negara dan masyarakat. Dana bagi hasil cukai tembakau sebagai bahan utama rokok diperuntukkan kembali untuk masyarakat melalui pemerintah daerah. Semakin besar dana cukai, semakin besar pula anggaran untuk masyarakat. So, jadi pembeli yang bijak ya. (agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!