Kisah Sri Murniati Ajari Anak-anak Batik Pecel Agar Kian Berkembang

Di Posting Oleh madiuntoday

22 Desember 2017

MADIUN – Riuh suara anak-anak terdengar sedari luar rumah Sri Murniati. Rumah sekaligus industri batik milikny itu memang tengah ramai pagi itu. Puluhan anak-anak berjubel di ruang produksi. Sri Murniati tampak serius mencanting diantara anak-anak. Sebaliknya, anak-anak serius memperhatikan si empunya rumah. Mereka memang tengah belajar mencanting. Murni –sapaan Sri Murniati- getol berbagi ilmunya.

‘’Batik di Kota Madiun belum banyak. Harapannya, batik semakin berkembang dan dikenal luas melalui bibit muda ini,’’ kata perempuan yang tinggal di Jalan Halmahera itu.

Murni bukan kali ini saja memberikan pelatihan membatik kepada anak-anak. Kegiatan sudah dilakukan sejak beberapa tahun silam. Dia tidak memilih murid. Semua diterima. Mulai pelajar TK hingga SMA. Namun, materi yang diberikan tentu berbeda setiap jenjangnya. Khusus pelajar TK, Murni tidak memberikan pelajaran mencanting. Hanya mewarnai. Sebab, mencanting melibatkan bahan yang dipanaskan. Tentu berbahaya bagi anak TK. Pelajaran mencanting hanya diberikan anak usia SD ke atas.

‘’Anak-anak yang mencintai batik sudah semakin langka saat ini. Kalau ada yang mau belajar kenapa tidak. Siapa tahun dari ide kreatif mereka muncul batik-batik khas madiun jempolan,’’ ungkap Kasi Pemerintahan Kelurahan Nambangan Lor itu.

Anak-anak yang belajar seperti anak sendiri bagi Murni. Tak heran, semua pelatihan dan ilmu yang diberikan gratis. Bahkan, mereka tidak perlu mengganti bahan yang digunakan. Itu dilakukan lantaran kecintaannya kepada batik. Mereka yang pernah belajar digerai batiknya sudah tak terhitung. Beberapa ada yang datang rutin. Bahkan, ada yang memilih membatik saat teman sekolahnya melaksanakan study tour.

‘’Batik merupakan karya seni yang mengandung filosofi. Merupakan warisan leluhur. Sebagai generasi penerus harus peduli. Apalagi batik sudah mendunia saat ini,’’ ungkapnya.

Murni jatuh cinta dengan batik sudah sejak dulu. Namun, dia baru benar-benar mendalami sekitar 2010 silam. Dia turut pelatihan PKK. Belum puas dari itu, Murni mengembangkan kemampuannya secara mandiri ke balai batik Jogjakarta. Khususnya soal pewarnaan alam. Murni memang ingin menggunakan warna alami untuk batiknya. Mulai daun jati dan serabut kelapa untuk warna merah, kulit mahoni untuk warna coklat, kulit kayu mangga untuk warna kuning. Beberapa warna tersebut masih bisa dikombinasikan untuk menghasilkan warna lain.

‘’Ini sudah mulai menggunakan warna alami. Kami meminimalkan penggunaan zat kimia karena bisa mencemari lingkungan,’’ terangnya.

Sejumlah karya batik khas Madiun terlahir dari tangannya. Orang biasa menyebut dengan batik pecel. Unsur-unsur pecel terdapat di dalamnnya. Seperti bunga turi hingga kacang panjang. Murni juga mengkombinasikan dengan parang dan trumtum. Murni mengaku sudah ada puluhan desain batik pecel yang pernah dibuatnya. Desain terus berkembang mengikuti eranya. Dia berharap desain kreatif juga muncul dari anak-anak jaman now.

‘’Batik tidak akan lekang oleh zaman. Kalau mau terjun di dunia ini, peluangnya masih cukup terbuka lebar,’’ pesannya.

Nah, kerenkan ibu yang satu ini. Cukup menginspirasi di Hari Ibu yang diperingati tiap 22 Desember ini. Cintai terus warisan leluhur ya guys. Jangan malah malu karena dianggap kuno. Orang asing saja menyukai batik Indonesia. Kita harusnya lebih mencintai daripada mereka. Jaga terus kesehatan ya guys. Jangan racuni tubuhmu dengan narkoba, miras, dan rokok. Tapi bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok yang illegal ya. Merugikan negara dan masyarakat. Sebagian dana cukai dari rokok legal dikembalikan kepada masyarakat. Salah satunya, untuk pelatihan keterampilan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. So, jadi pembeli yang bijak ya. (agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Tidak Ada Kasus Konfirmasi, 12 Sembuh Hari Ini

Tidak Ada Kasus Konfirmasi, 12 Sembuh Hari Ini

MADIUN - Kasus sembuh mulai mengemuka. Setidaknya ada 12 sembuh hari ini, Jumat (28/1). Sementara itu, tidak ada penambahan kasus hari ini. Kasus aktif saat ini tinggal 24 kasus. Kesembuhan hari ini datang dari kasus nomor 7293, 7286, 7281, 7280, 7291, 7292, 7298,...

Don`t copy text!