Liburan, Okupansi Hotel di Madiun Diprediksi sampai 73 Persen

Di Posting Oleh madiuntoday

22 Desember 2017

MADIUN – Okupansi atau tingkat hunian hotel-hotel di Kata Madiun pada musim liburan akhir tahun kali ini diprediksi akan mencapai angka sekitar 73 persen. Angka ini naik tipis dari kondisi dua bulan terakhir yang sudah di kisaran 70 persen.

General Manager Aston Madiun Hotel & Conference Center Agus Setyo Purnomo mengatakan, angka okupansi yang cukup tinggi ini telah mulai dirasakan sejak Oktober lalu. Hal ini dipengaruhi oleh geliat bisnis dan ekonomi yang cukup bergairah sejak bulan-bulan tersebut.

“Kalau dibanding tahun lalu, dua atau tiga bulan ini jauh lebih baik. Kita melihat dinamika ekonomi di Kota Madiun dan sekitarnya bergerak kencang sehingga hotel kebagian peran sebagai penyedia akomodasi,” ungkap Agus Jumat (22/12/2017).

Pembukaan jalan tol yang melintasi Madiun yang segera dilaksanakan, lanjut Agus membuat bisnis dan hal-hal ikutannya turut berdenyut. “Banyak tamu yang masuk ke Kota Madiun,” ujarnya.

Untuk Aston, kata Agus, sampai akhir pekan lalu masih tercatat di angka 72%. Angka yang cukup tinggi. Sedangkan di akhir tahun atau beberapa hari ini diyakini bisa naik hingga 73%.

Sejumlah acara juga digelar sebagai promosi hotel ini. Mulai makan malam di Malam Natal, termasuk pembuatan manusia salju raksasa atau Giant Snowman yang sudah dilaksanakan pada beberapa waktu lalu. Hal ini akan ditutup dengan perayaan tahun baru dengan konsep pasar malam dan lengkap dengan penyalaan kembang api.

Menurut Agus, Kota Madiun memiliki keunikan dalam bisnis perhotelan. Yaitu bahwa lebih banyak tamu bisnis ketimbang tamu wisata atau rekreasi. Jadi memang lebih banyak diperlukan usaha untuk mengisi akhir-akhir pekan yang merupakan hari libur. “Kalau di hari kerja tamu malah stabil cukup banyak jumlahnya,” uja Agus.

Satu lagi guys, hindari membeli rokok ilegal. Rokok ilegal adalah rokok tanpa pita cukai, dipasangi pita cukai palsu atau berpita cukai yang bukan peruntukannya. Cukai adalah pungutan negara untuk barang-barang tertentu yang memiliki dampak negatif bagi kehidupan.

Perlu diketahui, sebagian cukai yang terbayar dananya akan kembali ke daerah-daerah dengan nama Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT). DBH-CHT bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat sampai meningkatkan keterampilan kerja masyarakat dan untuk pembangunan infrastruktur. (dey/diskominfo)

Artikel Terkait

Tidak Ada Kasus Konfirmasi, 12 Sembuh Hari Ini

Tidak Ada Kasus Konfirmasi, 12 Sembuh Hari Ini

MADIUN - Kasus sembuh mulai mengemuka. Setidaknya ada 12 sembuh hari ini, Jumat (28/1). Sementara itu, tidak ada penambahan kasus hari ini. Kasus aktif saat ini tinggal 24 kasus. Kesembuhan hari ini datang dari kasus nomor 7293, 7286, 7281, 7280, 7291, 7292, 7298,...

Don`t copy text!