Musim Hujan, Waspadai Merebaknya Ispa

Di Posting Oleh madiuntoday

27 Desember 2017

MADIUN – Musim hujan identik dengan merebaknya bakteri dan kuman. Tak heran, mudah terjangkit penyakit jika kondisi tubuh kurang fit. Utamanya, influenza, batuk, hingga diare. Poli umum Puskesmas Oro-oro Ombo setidaknya menerima puluhan pasien dengan berbagai keluhan saban harinya. Yang dikeluhkan relatif sama. Kebanyakan masalah infeksi saluran pernafasan atas (Ispa).

‘’Ada 139 pasien dengan masalah Ispa sepanjang November lalu. Sedang, bulan ini hampir menyamai dan masih mungkin bertambah hingga tutup bulan nanti,’’ kata Kepala TU Puskesmas Oro-Oro Ombo Anik Puspita, Rabu (27/12).

Batuk dan pilek, kata dia, paling mendominasi penyakit yang berkaitan Ispa. Jika dipukul rata, setidaknya ada lima pasien baru yang datang setiap harinya. Jumlah itu belum termasuk pasien lama yang kembali berobat. Jumlahnya mencapai 93 pasien. Rentan usianya pun beragam. Mulai anak-anak hingga dewasa. Kebanyakan memang tidak sampai rawat inap maupun dirujuk. Artinya, pengobatan jalan dengan perawatan di rumah. Kondisi cuaca, lanjutnya, cukup berpengaruh. Apalagi, kondisi cuaca yang tidak menentu sekarang ini. Cuaca bisa berubah drastis secara tiba-tiba. Dari panas ke hujan maupun sebaliknya.

‘’Kalau kondisi tubuh sedang tidak baik atau drop bisa dengan mudah terserang penyakit,’’ ungkapnya sembari menyebut penyakit lain pada saluran pernafasan atas mencapai 46 pasien.

Selain Ispa, pasien hipertensi juga tak kalah banyak. Anik mencatat ada 56 pasien hipertensi baru sepanjang November lalu. Jumlah tersebut memang lebih sedikit dibanding pasien lama yang mencapai 210 orang. Artinya, ada 266 pasien yang mengeluhkan masalah hipertensi di bulan November. Baik pasien dengan tekanan darah tinggi maupun rendah. Masalah hipertensi, kata dia, biasanya berdampak beragam. Mulai sekedar sakit kepala hingga masalah jantung dan gejala stroke. Tak heran, pasien dengan keluhan jantung di puskesmasnya mencapai 31 orang.

‘’Satu penyakit memang seringkali berdampak pada penyakit lain. Makanya keluhan yang dirasakan bermacam-macam,’’ ungkapnya.

Anik menyebut pasien diabetes juga cukup banyak. Mencapai 112 pasien lama dan 39 pasien baru. Pasien diabetes sekarang ini bukan hanya mereka yang sudah berusia senja. Masyarakat usia produktif juga mulai banyak yang terjangkit masalah diabetes. Yakni, kisaran usia 40. Pola makan dan pola hidup sehat salah satu penyebabnya. Konsumsi makanan harus sehat dan bergizi. Anik menyebut oatmeal, sayuran, putih telur, susu, ikan salmon, dan kacang baik untuk penderita dengan gula darah tinggi. Sebab, makanan tersebut banyak mengandung insulin untuk menurunkan gula darah.

‘’Menjaga kesehatan sebenarnya lebih mudah daripada mengobati. Tetapi terkadang masyarakat terlena dan baru tersadar setelah jatuh sakit,’’ pungkasnya sembari menyebut makan makanan sebagai obat atau akan mengkonsumsi obat sebagai makanan.

Itu ya guys, mencegah lebih baik daripada mengobati. Jangan tunggu sampai jatuh sakit baru mengobati. Sebaliknya, jaga terus kesehatan selagi kondisi tubuh sehat. Apalagi saat kondisi cuaca sedang tidak menentu seperti ini. Rajin berolahraga walaupun ringan, istirahat cukup, dan kelola stress. Jangan racuni tubuh dengan narkoba, miras, dan rokok ya. Tapi bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Sudah merugikan kesehatan juga merugikan negara dan masyarakat. Sebab, rokok illegal tidak membayar cukai tembakau yang dikenakan negara. Selain sebagai salah satu sumber pemasukan negara, dana cukai juga dikembalikan sebagian untuk masyarakat melalui pemerintah daerah. Mulai untuk pembangunan, pembelian obat-obatan, pelatihan, lomba, dan pameran. So, jadi pembeli yang bijak ya. (agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Don`t copy text!