Jangan Anggap Remeh Karang Gigi

Di Posting Oleh madiuntoday

30 Januari 2018

MADIUN – Karang gigi atau yang sering disebut kalkulus gigi memang cukup merepotkan. Gejala yang muncul memang seringkali tidak serius. Namun, bisa mengakibatkan beragam masalah. Mulai bau mulut, gigi kuning dan berlubang, radang gusi, hingga periodontitis atau gigi tanggal. Tidak ada cara lain, karang gigi wajib dibersihkan.

‘’Pemeriksaan gigi termasuk pembersihan karang seharusnya dilakukan rutin minimal enam bulan sekali. Tetapi kebiasaan masyarakat baru memeriksakan jika sudah timbul rasa sakit,’’ kata dokter poli gigi Puskesmas Oro-oro Ombo Kota Madiun drg Kus Ariwijayanti, Selasa (30/1).

Karang gigi, kata dia, merupakan plak yang mengeras pada gigi. Ini bisa terbentuk dari bawah gusi dan bisa menyebabkan iritasi pada gusi. Plak dapat meluas dan menyebabkan permukaan jadi lebih lengket. Jika dibiarkan dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius seperti radang gusi. Tak heran, jika kemudian mengancam kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, karang gigi juga membuat seseorang menjadi tidak percaya diri atau kurang pede.

‘’Karena mengeras, pembersihan karang gigi tidak boleh sembarangan. Tidak cukup dengan sikat gigi rutin. Sebaliknya, pengunaan benda taja, dikhawatirkan melukai gusi dan berakibat serius,’’ ungkapnya.

Umumnya, karang gigi berangkat dari sisa makanan yang tertinggal lama dan tidak segera dibersihkan. Lagi-lagi, kebersihan gigi penting dilakukan. Karang gigi kebanyakan juga terjadi pada gigi yang seri hingga gigi premolar (adik geraham). Sebab, dekat dengan saluran air liur. Namun, ada juga yang muncul dibagian gigi lain. Utamanya, gigi yang jarang digunakan untuk mengunyah makanan.

‘’Mengunyah baiknya bergantian kanan dan kiri. Gusi dapat mengeluarkan cairan jika terkena makanan saat mengunyah. Cairan ini membantu membersihkan gigi dari sisa makanan,’’ ungkapnya.

Karang gigi yang menumpuk juga bakal mendesak gusi. Akibatnya, gigi terlihat lebih panjang lantaran bagian leher gigi terbuka. Padahal, leher gigi merupakan bagian yang sensitif. Tak heran, mudah muncul rasa ngilu saat terkena makanan-minuman panas atau dingin. Tentu tidak mengenakkan. Ari menyarankan agar karang gigi dibersihkan.

‘’Minimal enam bulan sekali, tetapi ada juga yang terbentuk lebih cepat tergantung kebiasaan membersihkan gigi,’’ ungkapnya sembari menyebut gusi yang terdesak bisa kembali pulih setelah karang gigi dibersihkan.

Nah itu guys, harus rajin membersihkan gigi ya. Gosok gigi minimal dua kali saat sesudah sarapan dan sebelum tidur. Cara membersihkannya juga harus benar. Ingat ya, ada yang disikat ada juga yang digosok. Untuk bagian samping, baiknya disikat. Gerakannya harus searah dari gusi ke gigi. Gerakan sebaliknya dapat melukai gusi atau membuat gusi terdesak ke dalam. Sedang, saat membersihkan permukaan atas gigi geraham dengan cara menggosok atau gerakan maju mundur.

Mulut merupakan pintu masuk asupan tubuh. Baiknya harus sehat dan bersih. Sayangnya, kesehatan gigi dan mulut seringkali diabaikan. Padahal, kalau sudah sakit, dampaknya bisa kemana-mana. Mulai makan tak enak, sakit kepala, badan meriang, hingga tak bisa tidur. Rutin diperiksakan ya. Jangan tunggu rasa sakit muncul.

Jaga terus kesehatan dengan rajin berolahraga dan istirahat cukup. Jangan racuni tubuh dengan narkoba, miras, dan rokok ya. Bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu atau berpita rokok lain. Merugikan negara dan masyarakat karena sebagian dana hasil cukai dikembalikan untuk masyarakat. So, jadi pembeli yang bijak ya guys. (hendro, agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Gowes Empat Kelurahan, Wali Kota Senam Bersama Lansia

Gowes Empat Kelurahan, Wali Kota Senam Bersama Lansia

MADIUN - Agenda Wali Kota Madiun Maidi untuk menghadiri Senam Lansia terus berlanjut. Seperti pada kegiatan orang nomor satu di Kota Pendekar itu pada Sabtu (21/5). Diawali dengan gowes dari kediamannya di Jalan Merpati, wali kota menuju empat lapak UMKM kelurahan...