Sidak, Wawali Pastikan Tujuh Titik Pompa Air Berfungsi Baik

Di Posting Oleh madiuntoday

27 Februari 2018

MADIUN – Hujan mengguyur wilayah Kota Madiun cukup tinggi belakangan ini. Bahkan, sempat terjadi genangan dibeberapa titik. Petugas dan peralatan penanggulangan banjir wajib bekerja dengan baik. Tujuannya, agar banjir cepat surut.

‘’Setelah saya cek, pompa air yang dimiliki Pemkot Madiun masih layak operasional,” kata Wakil Walikota Armaya saat sidak ke tujuh pompa air di wilayah Kota Madiun, Selasa (27/2).

Armaya sengaja meninjau langsung kesiapan petugas dan pompa air. Satu persatu pompa diperiksa. Mulai pompa air di jalan Kaswari, gang Pancasila, jalan Pandan, Kelurahan Patihan, Kelurahan Madiun Lor, pompa mobile dan pompa yang berada di Ringroad.

‘’Pompa air berperan penting untuk menanggulangi banjir. Harus selalu dalam keadaan baik. Utamanya saat musim penghujan seperti sekarang ini,’’ ungkapnya.

Dia langsung menginstruksikan agar pompa diperiksa setiap hari. Bukan hanya dibersihkan. Tetapi juga dipastikan alat berfungsi tanpa kendala. Mulai bahan bakar hingga peralatan yang dibutuhkan saat terjadi masalah. Armaya juga memastikan petugas benar-benar sigap. Petugas ditanyai satu persatu.

‘’Intensitas hujan cukup tinggi di wilayah Kota Madiun belakangan ini. Apalagi laporan genangan walau tidak lama. Ini perlu penanganan serius. Petugas harus sigap dan cekatan,’’ instruksi Armaya kepada petugas.

Armaya juga menginstruksikan adanya pembersihan sejumlah saluran air. Utamanya, saluran inti. Saluran, kata dia, setidaknya diperiksa setiap hari. Sampah yang berpotensi menyumbat harus segera dibersihkan. Ini penting lantaran potensi hujan masih cukup tinggi beberapa hari ke depan. Armaya mengaku intens berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui potensi hujan.

‘’Hujan diprediksi masih akan turun hingga Maret nanti. Antisipasi harus terus dilakukan setiap hari,’’ tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Jariyanto mengungkapkan Kota Madiun memiliki sejumlah pompa di tujuh titik yang dalam kondisi baik saat ini. Mampu menyedot ratusan hingga ribuan liter. Dia tunjuk bukti, satu unit pompa di jalan Kaswari yang berkapasitas 800 liter per detik.

Tiga unit pompa di Gang Pancasila berkapasitas 1.000 liter per detik. Sementara di jalan Pandan terdapat empat unit pompa berkapasitas 1.500 liter per detik. Sedang, pompa air di Kelurahan Madiun Lor dan mobile berkapasitas 500 liter per detik.

‘’Kalau dioperasionalkan semua, pompa itu dapat menyedot air hingga 6.000 liter per detik,’’ ungkapnya.

Nah itu guys, banjir memang menjadi masalah klasik diberbagai daerah. Namun, antisipasi pemerintah setempat perlu dilakukan. Pemerintah wajib hadir menangani masalah. Begitu juga dengan masyarakat. Harus turut berperan mengantisipasi datangnya banjir. Mulai tidak membuang sampah sembarangan hingga turut menjaga fasilitas saluran air. Saluran yang ada jangan sampai dirusak.

Jaga terus kesehatan dan jangan racuni tubuh dengan mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok. Bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu atau berpita cukai tak sesuai peruntukan. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Salah satunya, dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT). So, jadi pembeli yang bijak ya. (agi/diskominfo).

Artikel Terkait

Don`t copy text!