Lagi, Gedung PLN Dilalap Si Jago Merah

Di Posting Oleh madiuntoday

15 Mei 2018

MADIUN – Asap tebal mengepul dari ruang lantai dua gedung utama kantor PLN Distribusi Jatim Area Madiun, Selasa (15/5/2018) pagi. Sontak membuat karyawan perusahaan listrik tersebut berhamburan keluar. Petugas Kepolisian dan Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Madiun datang tak begitu lama berselang.

Tak ayal, suasana mencekam kebakaran hebat gedung PLN pada 2014 itu terulang. Petugas langsung merangsek ke dalam. Satu persatu karyawan yang masih tertinggal diselamatkan. Kepanikan memuncak setelah muncul lambaian tangan seorang karyawan dari sela jendela ruang lantai dua. Tanpa kenal takut, petugas datang menjemput. Korban berhasial dikeluarkan kendati dalam kondisi pingsan. Bantuan pernafasan menggunakan dilakukan. Karyawan itu selamat.

Petugas lain berupaya memadamkan api dari sisi samping. Pemadaman dilakukan petugas internal PLN terlebih dahulu menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Si jago merah tak mau berhenti. Sebaliknya, malah kian membesar. Penyemprotan beralih menggunakan hidrant yang tersedia. Lagi-lagi tak kunjung memadamkan api. Si jago merah baru berhasil dijinakkan setelah petugas pemadam kebakaran setempat turun membantu.

Tidak korban jiwa dalam kebarakan tersebut. Kerugian juga tak kelewat besar. Maklum, kebakaran hanya sebatas simulasi penanggulangan kebakaran. Tujuannya, menyiapkan kewaspadaan sekaligus penanggulangan jika kebakaran benar terjadi.

‘’Kami mencoba menerapkan standar operasional presedur (SOP) penanggulangan bencana. Hasilnya cukup berjalan baik,’’ kata Ketua Regu III Damkar Satpol PP Kota Madiun Suyanto usai simulasi.

Materi yang diberikan cukup komplit dalam simulasi hasil kerja bareng PLN, Kepolisian, BPBD, dan Damkar Satpol PP Kota Madiun tersebut. Mulai penyelamatan korban hingga penanggulangan kebakaran. Petugas juga mempraktikkan cara menggunakan alat bantu pernafasan saat penyelematan korban. Sedang penanggulangan kebakaran, petugas menggunakan pola dua. Yakni, teknik pemadaman dengan dua nozel.

‘’Karena kebakaran cukup besar, dibutuhkan dua nozel sekaligus,’’ imbuhnya.

Nozel, kata dia, memiliki fungsi masing-masing. Satu nozel untuk memadamkan api. Nozel lainnya untuk menghalau benda atau sisa bangunan yang membahayakan petugas. Tak heran, daya semprot air yang digunakan juga berbeda. Pemadaman menggunakan metode spray. Sedang, nozel lain menggunakan cara penyemprotan dengan sistem jet.

‘’Sistem spray ini efektif mengurangi oksigen disekitar titik api. Unsur oksigen ini harus ditekan agar api padam,’’ ungkapnya.

Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono menyebut pihaknya siap dan terbuka kepada instansi yang membutuhkan pelatihan. Petugas terlatih sengaja dikirim untuk memberikan pelatihan baik materi maupun praktik. Pengenalan penanggulangan kebakaran ini tidak hanya menyasar instansi. Namun, juga pelajar dan masyarakat umum.

‘’Kami rutin menggelar pelatihan kepada pelajar. Harapannya, pelajar mengenal sedari dini teknik penanggulangan serta menambah wawasan dan kewaspadaan,’’ ujarnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

Artikel Terkait

Don`t copy text!