Dari Limbah, Agus Hasilkan Pohon Cantik Bernilai Tinggi

Di Posting Oleh madiuntoday

18 Mei 2018

MADIUN – Dari limbah buangan bisa menghasilkan barang bernilai ekonomi tinggi. Hal itulah yang dilakukan oleh Agus Budhiarto. Berbekal keterampilan yang diberikan orangtua dan belajar dari Youtube, pria 50 tahun itu membuat kerajinan tangan berupa pohon hias yang diberi merk dagang Desuga.

Agus menuturkan, ide itu bermula ketika dirinya melihat banyak limbah kayu tak terpakai di sekitarnya. Diapun mulai berpikir kreasi apa yang bisa dilakukan dengan kayu-kayu tersebut. Setelah mencari referensi, Agus mulai menjalankan idenya.

Awalnya, dia kumpulkan kayu-kayu yang masih bagus itu dan mempercantiknya dengan plitur. Setelah kering, dahan kayu dibor dengan mesin. Kemudian, Agus menancapkan berbagai daun dan bunga plastik. Sehingga, kayu yang tadinya hanya rongsokan berubah menjadi pohon yang cantik.

‘’Karena kayu sekarang jadi limbah. Sangat jarang ada orang yang memasak pakai kayu. Kalau tidak dimanfaatkan, akan mengotori lingkungan,’’ tutur pria yang tinggal di Jalan Kerto Manis I itu sembari mengatakan bahwa dirinya penyuka seni dan kerajinan tangan.

Menurut Agus, sudah dua tahun dia mengumpulkan kayu sebagai bahan baku utama. Ada tiga jenis yang dia gunakan. Yakni, kayu mahoni, jati, dan batang pohon mangga yang sudah kering.

Namun, pengerjaan hingga menjadi pohon hias baru dilakukan selama tiga bulan terakhir. Kendati demikian, kerajinan tangan yang dia hasilkan sudah tak terhitung. Pelanggannya pun sampai luar kota. ‘’Se-Karesidenan Madiun. Ada yang perorangan dan instansi. Selain itu pernah dapat permintaan dari Malang dan kirim ke Sidoarjo,’’ aku alumnus SMAN 2 Madiun angkatan ‘88 itu.

Tarif yang dipasang pria yang juga menjabat sebagai Kasubag Perencanaan dan Kepegawaian Dinas Sosial Kota Madiun sekaligus ketua RT di lingkungannya ini juga tergolong murah. Untuk hiasan meja dia pasang harga Rp 100 ribu. Kemudian, hiasan ruangan yang tingginya 1 meter dipatok mulai angka Rp 300 ribu. Sedangkan, pohon hias yang tingginya menyamai orang dewasa dibanderol dengan harga Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta.

Meski demikian, harga itu tidak berlaku absolut. Agus juga menerima custom. Dia bisa menyesuaikan sesuai budget pembeli. Tinggal disesuaikan saja jenis kayu dan bunga yang digunakan. ‘’Punya kayu lalu mau dibikin di sini juga saya terima. Reparasi juga bisa,’’ terang suami Nur Liawati itu.

Menurut bapak dua anak ini, dia bisa pasang tarif murah karena banyak faktor. Di antaranya, dia mengerjakan sendiri semua proses produksi. Biasanya dilakukan sepulang kerja. Targetnya, dalam satu hari dia bisa menyelesaikan satu pohon hias.

Selain itu, kayu yang digunakan juga tidak beli. Agus mencari dari desa atau tetangga yang memiliki limbah kayu.

Sedangkan, bunga dan daun hias didatangkan khusus dari Surabaya dan Solo. Berdasarkan penelusurannya, bahan-bahan dari dua kota tersebut jauh lebih murah. Begitu pula dengan vas atau pot yang digunakan. Agus membeli dari kenalannya yang berprofesi sebagai pengrajin.

Bagi sahabat MadiunToday yang berminat, hasil karya Agus dapat dilihat melalui Facebook. Dia juga menyediakan beberapa contoh di rumahnya. Agus juga tak segan berbagi ilmu kepada siapa saja yang ingin belajar kepadanya. ‘’Gratis, silakan ke sini. Saya ajari sampai bisa,’’ imbuhnya. (Dhevit, irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

Artikel Terkait