Tinjau Napiter, Dirjen Pas Dapat Kenang-Kenangan

Di Posting Oleh madiuntoday

28 Mei 2018

MADIUN – Efek kasus penyerangan di Mako Brimob dan bom Surabaya rupanya masih belum sepenuhnya hilang. Untuk menjamin keadaan benar-benar terkendali, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami pun turun gunung. Salah satunya, mengunjungi Lapas Kelas 1 Madiun, Sabtu (26/5).

Lawatan Dirjen Pas dilakukan setelah kegiatan pengarahan di kantor wilayah Jatim. Rombongan melanjutkan perjalanan ke Korwil Madiun dan tiba di Lapas Kelas I Madiun menjelang sore. Tak mau membuang waktu, Utami langsung meninjau blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP). Mulai dari blok perempuan, laki-laki, dapur, hingga klinik kesehatan Lapas.

Dalam kunjungan tersebut, Utami mengapresiasi kondisi lingkungan Lapas yang bersih. Namun, dia juga mengimbau seluruh petugas untuk tetap waspada. ‘’Potensi kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban selalu ada,’’ tuturnya.

Meski demikian, Utami menilai bahwa Lapas Madiun termasuk lokasi yang cukup sukses menanamkan deradikalisasi. Bahkan, salah seorang napi teroris (napiter) Ibnu Kholdun memberikan kenang-kenangan berupa lukisan kaligrafi Ayat Kursi berwarna keemasan. Napi yang terlibat terorisme jaringan Poso itu menyerahkan sendiri lukisan berukuran 120×40 sentimeter kepada Utami.

Pria yang dikenal dengan nama alias Rifki Sugeng itu mengaku membuat lukisan itu selama dua bulan. Dalam kesempatan itu dia juga menyatakan kesungguhannya untuk bertaubat dan menjaga keutuhan NKRI.

Kunjungan pun berlanjut dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pemasyarakatan se-Korwil Madiun. Kemudian, shalat Isya dan tarawih berjamaah di masjid Lapas bersama WBP. Utami menggunakan kesempatan itu untuk memberikan tausiyah kepada para WBP. ‘’Waktu yang kalian lalui disini sangatlah berharga untuk berubah menjadi manusia selaku insan yang lebih baik lagi dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan,” ujar perempuan asli Madiun itu.

Sementara itu, Kalapas Madiun Suharman menyatakan ucapan terima kasih atas kunjungan itu. Dia berharap, kunjungan ini bisa mempererat silaturahmi. Selain itu juga sebagai bentuk perhatian kepada satker di bawah Ditjen Pas. “Kami berharap ada masukan dan kritik serta saran untuk Lapas Madiun agar bisa lebih baik dan maju lagi,” imbuhnya. (irs, foto : Humas Kemenkumham Jatim/madiuntoday)

Jaga terus ketertiban dengan selalu mematuhi aturan. Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

Artikel Terkait

Don`t copy text!